Senin, 16 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
725

Ketika Hakim PHI Salah Jumlahkan Pesangon

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) memperbaiki amar Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, yang keliru dalam menjumlahkan perhitungan uang pesangon. Dalam amar putusan No. 32/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Pbr tanggal 19 Oktober 2015,  PHI menetapkan besaran uang pesangon yang harus diberikan oleh PT. Federal Internasional Finance kepada Afrinaldi sejumlah Rp.85,3 juta.

Namun, menurut Majelis Hakim MA, PHI telah salah dalam melakukan penjumlahan hak kompensasi. “Bahwa namun demikian, putusan PHI Pekanbaru perlu diperbaiki sepanjang mengenai jumlah total hak-hak yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja adalah sejumlah Rp. 62,4 juta, bukan sejumlah Rp.85,3 juta, karena dalam penjumlahan hak kompensasi dalam amar putusan terdapat kesalahan,” ujar Hakim Agung Mahdi Soroinda Nasution, Selasa (14/6/2016) lalu di Gedung MA, Jakarta.

Koreksi terhadap Putusan PHI Pekanbaru tersebut, berawal dari adanya pengajuan kasasi yang dimohonkan oleh perusahaan yang berlokasi di Jl. Jend. Sudirman, Rokan Hulu, Riau itu. Dalam memori kasasi yang diajukan pada 9 Februari lalu, diantaranya perusahaan juga mempersoalkan hasil perhitungan uang kompensasi. Amar putusan PHI Pekanbaru, dianggap dapat menimbulkan ketidakpastian hukum.

“Judex Facti telah salah melakukan penjumlahan bila diteliti kembali totalnya bukan Rp85.341.426,00 melainkan Rp62.427.346,00 dimana hal ini sangat wajar dikatakan putusannya batal demi hukum mengingat hal ini menimbulkan ketidakpastian putusan Judex Facti,” tulis Yacobus Waruwu selaku kuasa hukum perusahaan dalam memori kasasi yang termuat pada Putusan MA No. 387 K/Pdt.Sus-PHI/2016. (YUL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of