Type to search

Sekitar Kita

Obon Tabroni, Aktivis Buruh untuk Bekasi Baik dan Benar

Share
Obon Tabroni. (foto: thejakartapost.com)

Obon Tabroni. (foto: thejakartapost.com)

Belakangan ini, masyarakat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai mengenal lebih jauh aktivis buruh, Obon Tabroni. Laki-laki kelahiran Bekasi, 27 Oktober 1972 merupakan salah satu Calon Bupati Bekasi dari kalangan buruh yang akan ikut dalam kontestasi perpolitikan tahun 2017 melalui jalur non partai politik (perseorangan). Terlahir dari keluarga guru dan tumbuh besar di Kecamatan Pebayuran, Bekasi, Obon mengawali jiwa kepemimpinannya dengan menjadi salah satu pemimpin buruh dari PT. Panasonic di tahun 1990-an. Dipabrik itulah, ia mulai mengenal serikat pekerja dan kini tercatat sebagai salah satu Pengurus Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Ditemui buruhonline di Obon Tabroni Center (OTC), awal pekan lalu, pria yang secara resmi berpasangan dengan Bambang Sumaryono, kini resmi memiliki nomor urut 3 dari 5 pasangan calon dalam Pilkada Bekasi 2017 mendatang. Berikut ini petikan ungkapan alasan-alasannya berjuang melalui jalur politik sebagai kepala daerah.

Apa yang mendorong Anda ikut berkompetisi di Pilkada Bekasi?

Banyak dari kawan-kawan yang bilang, abang jangan cuma ngurusin buruh saja tapi masyarakat Bekasi juga. Sehingga atas dorongan itulah, selama hampir 2 tahun saya turun ke daerah-daerah di pelosok Bekasi. Disitu saya banyak menemukan hal-hal yang tidak sepatutnya terjadi di Bekasi ini. Banyak persawahan kesulitan air, dan berakibat pada tidak maksimalnya panen. Belum lagi terbengkalainya lahan pertanian, dan kekeringan.

Lalu apa pendapat Anda dengan dunia kerja?

Saya juga mendapatkan keluhan dari masyarakat yang memiliki anak dan merupakan angkatan kerja baru. Mereka mengeluhkan sulitnya lapangan kerja, sudah biaya sekolah mahal, dan saat ingin kerja justru harus jual ayam, bebek dan kambing untuk biaya masuk kerja yang difasilitasi oleh ormas dan yayasan tertentu. Dari situlah saya mulai terdorong untuk maju mencalonkan diri di Pilkada Kabupaten Bekasi. Keadaan demikian, haruslah dibuat kebijakannya berdasarkan undang-undang.

Namun, saya mensyaratkan kepada masyarakat yang hendak mendukung saya, jangan hanya mendorong saja tetapi juga turut serta dalam kerja-kerja politik. Diantaranya yaitu adanya relawan-relawan yang bukan dari orang politik tetapi bersedia bekerja tanpa dibayar untuk mengumpulkan foto copy kartu tanda penduduk masyarakat Bekasi, sebagai salah satu syarat pencalonan dari jalur perseorangan (non partai politik).

Jadi, bagaimana menurut Anda dengan kesejahteraan buruh?

Bicara kesejahteraan bukan melulu soal upah, akan tetapi salah satu contohnya adalah kesehatan yang juga tidak kalah penting. Oleh karena itu, relawan saya memiliki satu tim khusus jaminan kesehatan. Sebab selama ini, banyak sekali persoalan tentang kesehatan yang katanya diberikan jaminan oleh negara, banyak aduan penolakan yang dilakukan oleh rumah sakit. Saya akan berbuat maksimal dan akan bekerjasama dengan kawan-kawan buruh dalam membangun Kabupaten Bekasi, karena Bekasi bisa baik dan benar. (Sol)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *