Type to search

Berita

Pakai SEMA, MA Abaikan Putusan MK Terkait Upah Proses

Share
Ilustrasi. (foto: tribunmaluku.com)

Ilustrasi. (foto: tribunmaluku.com)

Jakarta | “Bahwa namun demikian sepanjang putusan dalam Provisi, putusan Judex Facti perlu diperbaiki karena upah proses adil diberikan sejumlah enam bulan upah, dengan pertimbangan lamanya proses penyelesaian perselisihan menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 juncto Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2015,” ujar Hakim Agung Yakup Ginting membacakan pertimbangan hukum dalam perkara No. 477 K/Pdt.Sus-PHI/2016, Kamis (28/7/2016) lalu di Mahkamah Agung, Jakarta.

Atas pertimbangan hukum tersebut, maka Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan No. 92/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn tanggal 16 Nopember 2015, yang telah menghukum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asahan, untuk membayar kepada Asnan Siagian berupa upah proses pemutusan hubungan kerja (PHK) selama 12 bulan, dianulir MA menjadi hanya 6 bulan.

“Menghukum Tergugat untuk membayar upah Penggugat terhitung sejak diskorsing hingga di PHK, total sebesar Rp.9 juta,” ujar Yakup Ginting. Padahal, sebelumnya PHI Medan telah menghukum perusahaan yang berlokasi di Jl. By Pass Ahmad Yani, Medan itu, untuk membayar upah Asnan selama proses PHK sebesar Rp.18 juta atau 12 bulan upah.

Putusan MA dalam perkara tersebut yang pada pertimbangan hukumnya merujuk pada SEMA No. 3/2015, seolah-olah telah mengabaikan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 37/PUU-IX/2011 tanggal 19 September 2011. Menurut MK, setiap pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya oleh pengusaha secara sepihak atau tanpa terlebih dahulu adanya penetapan dari Pengadilan Hubungan Industrial, maka diberi hak untuk tetap mendapatkan upah beserta hak-hak lainnya yang biasa diterima hingga perkaranya mempunyai putusan yang berkekuatan hukum tetap. (HAF)

1 Comment

  1. Jono 27 Mei 2017

    Inilah kehebatan MA terhadap para buruh. Juoosss

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *