Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.590

Pengusaha Golongkan SP3 Sebagai Kesalahan Berat, MA Tolak Kasasi Perusahaan

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh PT. Tjipta Rimba Djaja, dan tetap mewajibkannya untuk membayar secara tunai berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak dan upah selama proses pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada Wisman, dkk (7 orang).

Pengusaha mendalilkan alasan kasasinya pada Perjanjian Kerja Bersama, yang memberikan kewenangan untuk melakukan PHK terhadap pekerja yang dengan sengaja mengulang kesalahan kerja. Perusahaan yang berlokasi di Jl. KL Yos Sudarso, Medan itu telah mampu membuktikan, jika para pekerja melakukan kesalahan berat, karena dengan sengaja mengulangi dan melakukan kesalahan kerja yang dapat mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) seketika.

Namun demikian, Majelis Hakim MA yang diketuai oleh Hakim Agung Mahdi Soroinda Nasution, menilai Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan No. 122/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn tanggal 26 Oktober 2015, telah tepat dan benar serta tidak bertentangan dengan hukum. Lebih lanjut Mahdi mengatakan, PHK karena pekerja melakukan pelanggaran tata tertib dan telah diberikan Surat Peringatan (SP) ke-3, tidaklah dapat dianggap sebagai kesalahan berat.

“Bahwa ketentuan Pasal 158 UU 13/2003, tidak dapat diterapkan dalam perselisihan ini karena telah dinyatakan tidak berkekuatan hukum mengikat oleh Mahkamah Konstitusi dalam Putusan Nomor 012/PUU-I/2003, sehingga tepat pemutusan hubungan kerja karena melanggar tata tertib kerja yang diatur dalam perjanjian kerja bersama, bukan kesalahan berat,” ujar Mahdi membacakan pertimbangan hukum dalam Putusan No. 238 K/Pdt.Sus-PHI/2016, Selasa (24/5/2016) lalu. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of