Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.984

Sengketa Waris, Perusahaan Grup Shinta Diblokir Menkumham

Logo Shinta Grup. (foto: www.shinta.co.id)
Logo Shinta Grup. (foto: www.shinta.co.id)

Jakarta | Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), memblokir sekaligus menutup segala akses perubahan data-data perseroan lima perusahaan dibawah perusahaan grup Shinta, diantaranya yaitu PT. Sulinda Investama, PT. Sulindamills, PT. Sulindafin, PT. Sital Djaya Industries dan PT. Shinta Indah Jaya.

Kelimanya diblokir, demi kepentingan hukum atas sengketa terkait harta waris dari almarhum Toto Hermijanto yang merupakan pemilik dari Perusahaan Shinta Grup. Susila Dewi Hermijanto sebagai salahsatu ahli waris melalui Kuasa Hukumnya dari Kantor Lontoh & Partners menyampaikan, pemblokiran dilakukan dalam rangka mencegah perubahan susunan pemegang saham, direksi atau komisaris perusahaan.

Lebih lanjut ditegaskan, Susila Dewi akan melakukan tuntutan hukum baik secara perdata maupun pidana, apabila ahli waris atau pihak-pihak lain melakukan perubahan susunan pemegang saham, direksi atau komisaris perusahaan. “Guna menghormati proses hukum yang sedang berjalan, kami beritahukan agar tidak pihak-pihak manapun yang melakukan perubahan susunan kepengurusan perseroan,” tegas Rudhy Lontoh, Selasa (8/11).

Terhadap keadaan perusahaan yang demikian, salah satu karyawan dari perusahaan tekstil yang tergabung dalam Grup Shinta itu, mengharapkan keadaan tersebut tidak berimbas ke karyawan. Kekhawatirannya bukan tanpa alasan, sebab persoalan yang berawal dari hal-hal pribadi para pemilik saham, umumnya berujung pada nasib ribuan karyawan. “Mudah-mudahan masalah di perusahaan kami cepat selesai,” ungkapnya kepada buruhonline.com tanpa bersedia disebutkan namanya, Minggu (6/11) kemarin.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of