Rabu, 18 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
2.905

Tak Ada Perjanjian Tertulis, PHK Pekerja Harian Lepas Harus Disertai Pesangon

Ilustrasi. (foto: indonesialaborlaw.com)
Ilustrasi. (foto: indonesialaborlaw.com)

Jakarta | Putusan Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Palembang, yang menghukum PT. Thamrin Brothers membayar uang pesangon, kekurangan upah dan upah proses selama pemutusan hubungan kerja, akhirnya dikuatkan oleh Mahkamah Agung.

Dalam Putusan Nomor 167 K/Pdt.Sus-PHI/2016, Majelis Hakim tingkat kasasi yang diketuai oleh Hakim Agung Mahdi Soroinda Nasution, menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh perusahaan yang berlokasi di Jl. Jend. Sudirman, Kota Pelambang itu. Mahdi menilai, tidak terbukti status Herrynaldo sebagai pekerja harian lepas. Sebab, perusahaan tidak mampu membuktikan adanya perjanjian kerja tertulis, yang menyatakan status Herrynaldo adalah pekerja lepas.

“Bahwa pekerja atau Termohon Kasasi tidak terbukti selaku pekerja freelance atau pekerja harian lepas, karena berdasarkan alat bukti yang diajukan Pemohon dengan Termohon Kasasi dahulu Penggugat dan Tergugat tidak ada perjanjian kerja harian lepas secara tertulis yang sifatnya wajib sebagaimana diatur dengan tegas dalam ketentuan Pasal 12 ayat (1) Kepmenakertrans Nomor 100/Men/VI/2004,” ujar Mahdi, Senin (25/4/2016) lalu di Mahkamah Agung, Jakarta.

Lebih lanjut Mahdi menyatakan, dengan tidak adanya perjanjian kerja tertulis, maka status hubungan kerja Herrynaldo dengan PT. Thamrin Brothers adalah hubungan kerja dengan waktu tidak tertentu atau pekerja tetap. “Oleh karena tidak ada perjanjian kerja tertulis maka sesuai ketentuan Pasal 57 ayat (1) dan ayat (2) Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 beralasan hukum dinyatakan dalam hubungan kerja tetap berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) dan pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa ada kesalahan,” tegasnya.

Sebelumnya, perusahaan keberatan dengan amar putusan PHI Palembang, No. 19/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Plg tanggal 13 Juli 2015, yang mewajibkan perusahaan membayar sebesar Rp.81 juta. Sebab, Herrynaldo tidak wajib bekerja setiap hari dan pekerjaannya hanyalah mengambil mobil baru. Atas alasan itu, perusahaan hanya bersedia memberikan uang pisah sebesar 4 kali upah sebulan. (YUL)

1
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of