Type to search

Berita

Tetap Diputus PHK, Meski MA Akui Tanpa Alasan

Share
Ilstrasi. (foto: www.kejari-sekayu.go.id)

Ilustrasi. (foto: www.kejari-sekayu.go.id)

Jakarta | “Bahwa Tergugat tidak dapat membuktikan adanya alasan yang sah dalam melakukan pemutusan hubungan kerja dengan Penggugat sehingga sudah tepat Tergugat dihukum membayar dua kali uang pesangon,” ujar Hakim Agung Yulius, membacakan pertimbangan hukum dalam Putusan No. 395 K/Pdt.Sus-PHI/2016, Kamis (23/6/2016) lalu.

MA menegaskan putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Banda Aceh tak salah dalam menerapkan hukum. Sehingga amar putusan No. 05/Pdt.Sus-PHI/2015/PN Bna tanggal 26 Oktober 2015, yang menghukum Pemilik Hermes Palace Hotel membayar uang pesangon kepada Octowandi telah tepat.

“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, ternyata bahwa putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Banda Aceh dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang,” tegas Yulius yang didampingi Hakim Horadin Saragih dan Fauzan.

Sebagai General Manager, Octo tak terima dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan pemilik hotel yang berada di Kota Banda Aceh itu. Sebab, dirinya hanya diberikan sisa upah sebesar Rp.8 juta, padahal ia telah mampu menaikkan penjualan hotel dalam lima tahun terakhir dengan rata-rata 33% atau setara dengan Rp. 6 miliar, akunya. (YUL)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *