Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
912

Tuntut Kenaikan Upah, Buruh Gresik Tutup Pintu Tol

Para buruh dari FSP-KEP KSPI memadati gerbang Tol Bunder Gresik, Jum’at (11/11) kemarin.
Para buruh dari FSP-KEP KSPI memadati gerbang Tol Bunder Gresik, Jum'at (11/11) kemarin.
Para buruh dari FSP-KEP KSPI memadati gerbang Tol Bunder Gresik, Jum’at (11/11) kemarin.

Gresik | Ratusan buruh Gresik, Jum’at (11/11) kemarin siang kembali mendatangi Kantor Bupati untuk menyuarakan tuntutannya, agar penetapan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik didasarkan pada perhitungan nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL), nilai produktifitas serta pertumbuhan ekonomi. Para pengunjuk rasa, yang terdiri dari beberapa serikat pekerja di Gresik, meminta Bupati Gresik merekomendasikan UMK Tahun 2017, sebesar Rp.3,7 Juta perbulan.

Aliansi buruh yang antara lain berasal dari anggota pada serikat pekerja FSPKEP-KSPI, FSPMI dan KASBI, menolak penentuan besaran UMK menggunakan acuan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. “FSP KEP dengan tegas menolak, jika Bupati menggunakan acuan penentuan nilai UMK sesuai dengan PP 78, karena seharusnya pemerintah berpatokan kepada UU 13 Tahun 2003,” tegas Purwanto.

Mereka beralasan, kedudukan PP 78/2015 lebih rendah dari UU 13/2003, sehingga seharusnya yang digunakan dalam penetapan besaran upah minimum adalah UU 13/2003. Para pendemo juga mendesak pemerintah daerah, untuk menolak permohonan pengusaha yang akan melakukan penangguhan upah.

Namun kehadiran mereka tidak diterima oleh Bupati, sehingga para buruh bergerak menuju tol bunder Gresik. Keadaan demikian, membuat para pengguna tol tidak dapat memasuki akses jalan tol, karena gerbang tol dihadang oleh para buruh, hingga akhirnya sekitar pukul 17.30 Wib, para buruh membubarkan diri, dan berjanji akan kembali lagi turun ke jalan guna mendesak penyesuaian UMK sesuai UU 13/2003. (Jar)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of