Senin, 17 Februari 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
1.143

30 Tahun Berstatus Harian Lepas, MA Tetapkan Status ABK Menjadi Pekerja Tetap

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Selama lebih dari 30 (tiga puluh) tahun mengabdi, Rudis yang kesehariannya bekerja sebagai anak buah kapal di CV. Mapanga Raya, dinyatakan berhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sebagai kompensasi pemutusan hubungan kerjanya, meskipun selama bekerja di anggap sebagai pekerja harian lepas.

Putusan Mahkamah Agung (MA) No. 708 K/Pdt.Sus-PHI/2016, yang amarnya menyatakan menolak kasasi yang diajukan oleh perusahaan yang berlokasi di Jl. Adisucipto, Pontianak tersebut, setidaknya telah memperkuat Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pontianak, No. 7/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Ptk, tanggal 30 Maret 2016, yang telah mewajibkan perusahaan untuk membayar kepada Rudis sebesar lebih dari Rp.80 juta.

“Bahwa hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat bukan pekerja harian lepas melainkan pekerja tetap, karena Penggugat bekerja lebih dari 21 hari kerja/bulan dan Penggugat telah bekerja selama 30 tahun, selain itu Tergugat juga tidak dapat membuktikan adanya Perjanjian Kerja Harian Lepas sesuai ketentuan Kepmenakertrans Nomor 100/Men/VI/2004 Pasal 10 ayat (3),” tegas Hakim Agung Yulius, Selasa (18/10/2016) membacakan salah satu pertimbangan hukumnya.

Rudis, terpaksa menggugat perusahaan tempatnya bekerja, karena dirinya telah tidak lagi dipekerjakan sejak 20 Juni 2015. Akibat tidak mendapatkan pembayaran upah, maka Rudis mengajukan permintaan uang tunggu selama tidak dipekerjakan, namun ditolak oleh perusahaan tanpa alasan yang jelas.

Sebelumnya, MA juga pernah memutus perkara yang sama, yaitu antara PT. Multi Anugerah Lestari Texindo dengan Imam Syafi’i, dkk (8 orang), PT. Thamrin Brothers melawan Herrynaldo, dan PT. Tamindo Permai Glass melawan Lariyadi, dkk (4 orang). (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of