Minggu, 15 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
848

Diancam Pisau, Suyanti Ditemukan Babak Belur dan Pingsan di Pinggir Selokan

Suyanti (19) adalah TKI asal Kisaran, Sumatera Utara,, babak belur dipukuli majikannya.
Suyanti (19) adalah TKI asal Kisaran, Sumatera Utara,, babak belur dipukuli majikannya.
Suyanti (19) adalah TKI asal Kisaran, Sumatera Utara,, babak belur dipukuli majikannya.

Jakarta | Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid mengutuk majikan Suyanti yang telah menganiaya dan merendahkan martabat Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pernyataan tersebut disampaikan Nusron, Selasa (27/12/2016) siang tadi di Kantor BNP2TKI, Jl. MT. Haryono, Jakarta Selatan.

Suyanti (19) adalah TKI asal Kisaran, Sumatera Utara yang baru bekerja selama kurang lebih seminggu itu, kerap mendapatkan siksaan secara fisik hingga akhirnya ia memutuskan untuk lari dari rumah majikannya pada 21 Desember lalu. Suyanti ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di dekat selokan di Jl. PJU 3/10 Mutiara Damansara, ungkap Nusron.

“Kami tentu mengutuk majikan yang sudah menganiaya dan merendahkan martabat TKI kita. Kita akan terus berkoordinasi dengan KBRI di Malaysia untuk mengawal kasus ini agar pelakunya dihukum berat, dan TKI kita yang menjadi korban yaitu Suyanti mendapatkan keadilan,” kata Nusron. Lebih lanjut ia menyatakan, bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesis (KBRI) di Malaysia, telah mengirimkan nota protes.

“Pemerintah melalui KBRI sudah melayangkan nota protes ke Malaysia. Kemudian kami di BNP2TKI juga secepatnya menelusuri pihak-pihak yang memberangkatkan Suyanti ke Malaysia, siapa agennya, dan bagaimana jalurnya. Mereka harus ikut dimintai pertanggungjawabannya juga,” ujar Nusron. (Haf)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of