Type to search

Berita

Lagi, MA Nyatakan Mutasi Antar Perusahaan Tidak Sah

Share
Ilustrasi. (foto: beritacenter.com)

Ilustrasi. (foto: beritacenter.com)

Jakarta | Terbukti telah memindahkan pekerjanya dari PT. Ganda Jaya Pratama ke CV. Panca Usaha tanpa persetujuan, maka pengakhiran hubungan kerja terhadap Herman Sawiran haruslah disertai dengan uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan undang-undang. “Bahwa terbukti Tergugat melakukan tindakan mutasi terhadap Penggugat ke perusahaan lain yang berbeda status badan hukumnya tanpa persetujuan dari Penggugat, sehingga dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja bukan kesalahan dari Penggugat,” ujar Hakim Agung Yulius.

Atas pertimbangan itu, Yulius menyatakan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Palembang No. 41/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Plg tanggal 28 Oktober 2015, yang telah menghukum PT. Ganda Jaya Pratama membayar uang kompensasi pemutusan hubungan kerja yang seluruhnya sebesar Rp.35,7 juta, tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang.

Dengan demikian, permohonan kasasi yang diajukan oleh perusahaan yang berlokasi di Jl. Veteran, Palembang tersebut, harus ditolak. “Mengadili, menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi, PT. Ganda Jaya Pratama tersebut,” tegas Yulius membacakan amar Putusan No. 465 K/Pdt.Sus-PHI/2016, Senin (19/9/2016) lalu.

Herman tak terima atas PHK yang dilakukan perusahaan pertanggal 7 Desember 2013, atas alasan melawan perintah atasan yang layak dan mengundurkan diri. Sebelumya, MA juga telah memutus perkara yang serupa, antara PT. Sangwoo Indonesia melawan Nuke Wahyu Widiyanti. (Haf)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *