Senin, 16 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
665

Sebabkan Kebakaran, MA: Bukan Kesalahan Berat

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Tindakan Adi Nugroho yang lalai melepaskan stop kontak alat pemanas air dari listrik hingga menyebabkan kebakaran di ruangan kerjanya di PT. Wangta Agung, dianggap Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung (MA) bukanlah tindakan yang dapat dikualifikasikan sebagai kesalahan berat.

“Bahwa perbuatan pekerja yang lalai membiarkan teko listrik tidak dicabut dari stop kontaknya hingga mengakibatkan kebakaran di ruang kerja, tidak berdasar hukum melakukan kesalahan berat sesuai Pasal 158 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, karena ketentuan tersebut sudah dinyatakan tidak berkekuatan hukum mengikat berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi”, tegas Hakim Agung Yulius.

Selain alasan demikian, MA juga tidak menemukan di dalam Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama, yang menggolongkan tindakan Adi Nugroho pada 15 Mei 2013 lalu itu, sebagai kesalahan berat. Namun menurut Yulius, meskipun belum ada putusan pengadilan pidana yang menyatakan Adi telah bersalah, tetapi tindakan Adi yang menyebabkan kebakaran telah menimbulkan kerugian bagi perusahaan yang berlokasi di Surabaya itu.

“Bahwa menimbang sifat kelalaian yang membahayakan, dan dampak dari kelalaian itu merugikan pengusaha, maka berdasarkan ketentuan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, pekerja memperoleh Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, Uang Penggantian Hak, dan upah proses selama 6 bulan upah”, ujar Yulius, membacakan pertimbangan hukum dalam perkara No. 301 K/Pdt.Sus-PHI/2016, Rabu (18/5/2016) lalu. (Haf)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of