Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
675

Tak Disebut Ada Masa Percobaan, Buruh Tuntut Pembayaran Pesangon

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Endang Rahadian menggugat Hotel Losari Roxy ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, setelah ia diputuskan hubungan kerja April 2014 lalu. Endang menduga pengakhiran hubungan kerja dirinya, karena turut serta bersama-sama pekerja yang lain menyuarakan tidak sesuaian gaji terhadap upah minimum yang berlaku.

Endang menuntut pemberian uang pesangon atas pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan yang berlokasi di Jl. Hasyim Ashari, Jakarta Pusat tersebut. Namun perusahaan berdalih, pengakhiran hubungan kerja atas mantan pekerjanya itu tidak memerlukan penetapan dari lembaga penyelesaian hubungan industrial, karena Endang belum mempunyai masa kerja selama 3 (tiga) bulan.

Menurutnya, perusahaan tidak pernah memasukkan clausul masa percobaan tiga bulan dalam perjanjian kerja. Padahal, jelas Endang, pemutusan hubungan kerja dengan alasan masih dalam percobaan. Sehingga ketiadaan pengaturan masa percobaan dalam perjanjian kerja, maka haruslah dianggap tidak ada masa percobaan.

Akan tetapi, terhadap tuntutan tersebut, PHI Jakarta Pusat dan Mahkamah Agung (MA), menolak gugatan yang diajukan Endang. Pasalnya ialah karena pemberhentian yang dilakukan oleh Hotel Losari Roxy adalah tidak terpenuhinya oleh Endang atas kualifikasi yang dipersyaratkan perusahaan.

“PHK yang telah dilakukan sebelum habis masa percobaan tiga bulan dapat dibenarkan sesuai Pasal 151 ayat (3) Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003, sehingga tuntutan Penggugat agar Tergugat membayar kompensasi harus ditolak,” ujar Hakim Agung Zahrul Rabain, membacakan pertimbangan hukum dalam perkara No. 643 K/Pdt.Sus-PHI/2015, Kamis (26/11/2015) lalu. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of