Selasa, 16 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
904

Anggota DPR: Keluarnya Gowa Dari BPJS, Bisa Diikuti Daerah Lain

Kabupaten Gowa keluar dari kepesertaan integrasi BPJSKesehatan. (foto: kabarfaktual.com)
Kabupaten Gowa keluar dari kepesertaan integrasi BPJSKesehatan. (foto: kabarfaktual.com)
Kabupaten Gowa keluar dari kepesertaan integrasi BPJS Kesehatan. (foto: kabarfaktual.com)

Gowa | Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang membidangi masalah ketenagakerjaan dan kesehatan, mendatangi Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan diruang kerjanya, Senin (9/1) siang tadi. Salah satu perwakilan dari Komisi IX, yang juga anggota DPR Aliyah Mustika Ilham, mempertanyakan alasan Adnan keluar dari kepesertaan integrasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Kami ingin mengetahui langsung, apa alasan Pemerintah Kabupaten Gowa memutuskan keluar dari kepesertaan integrasi BPJS Kesehatan. Karena dengan adanya hal tersebut, akan ada kecenderungan daerah lain ikut langkah yang diambil oleh Gowa,” kata Aliyah yang merupakan politisi Partai Demokrat ini.

Menanggapi pernyataan Aliyah, Adnan lalu menjelaskan secara rinci, kenapa Gowa tidak lagi memperpanjang kepesertaan integrasi BPJS sejak 1 Januari 2017. Menurutnya, tindakan tersebut dalam rangka efisiensi anggaran. Sebab, sistem yang digunakan pada jaminan kesehatan yang diadakan oleh Pemkab Gowa, menggunakan sistem klaim. Sedangkan sistem pelayanan kesehatan oleh BPJS, menggunakan sistem pembayaran premi tiap bulan.

Lebih lanjut, Adnan juga mempertanyakan besaran iuran premi BPJS Kesehatan yang harus ditanggung oleh Pemerintah. “Seharusnya besaran premi BPJS ditetapkan berdasarkan regional, berbeda premi di regional Jawa dengan Sulawesi. Upah di Jawa kan lebih tinggi dari pada di Sulawesi,” tegas Adnan dihadapan Aliyah yang juga didampingi Kader Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Airin Nizar, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gowa, Asriady Arasy, Tenaga Ahli DPR RI, Charisma dan Baharuddin Hafid. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of