Type to search

Berita

Baru Menggugat Setelah 60 Bulan di-PHK, Hakim: Penggugat Kurang Aktif Urus Kasusnya

Share
Salah satu kantor cabang PT. Finansia Multi Finance. (foto: bursakerja.co)

Salah satu kantor cabang PT. Finansia Multi Finance. (foto: bursakerja.co)

Pekanbaru | Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Hakim Yuzaida menilai, Yunirius Gea kurang aktif dalam berupaya untuk mengurus hak-hak atas pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan PT. Finansia Multi Finance sejak bulan April 2011. “Majelis berpendapat bahwa Penggugat kurang aktif dalam upaya mengurus hak-hak dalam kasus PHK ini, namun hal tersebut tidak menghapus hak Penggugat untuk mendapatkan haknya tersebut,” terang Yuzaida, Kamis (2/6/2016) lalu.

Lebih lanjut, Yuzaida menilai tindakan perusahaan yang berlokasi di Jl. Arifin Ahmad, Peknbaru tersebut, telah melanggar Pasal 62 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Sebab, PHK yang dilakukan adalah sebelum masa perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) berakhir di bulan Oktober 2011.

“Majelis Hakim berpendapat dalam perkara ini, karena Pihak Tergugat yang mengakhiri hubungan kerja, untuk itu Tergugat diwajibkan membayar kepada Penggugat untuk sisa kontrak bulan Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober,” jelasnya membacakan pertimbangan hukum dalam perkara yang diregister dengan No. 18/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Pbr.

Perusahaan beralasan, PHK yang dilakukan akibat adanya pelanggaran disiplin berupa memaksa pimpinan dan tidak menta’ati perintah yang diberikan oleh atasan. Atas kejadian itu, Yuniris pada bulan Juli 2011 telah mengajukan permohonan mediasi. Terhadap permohonan Yuniris, Pegawai Mediator Hubungan Industrial pada Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru menerbitkan anjuran, yang meminta agar perusahaan membayar sisa kontrak sebesar 6 (enam) bulan upah.

Meskipun anjuran telah diterbitkan dan perusahaan tidak pula menjalankan anjuran tersebut, Yuniris tidak langsung mengajukan gugatan ke PHI. Baru pada Maret 2016, Yuniris mendaftarkan gugatannya dengan tuntutan kerugian moriil sebesar Rp.20 juta dan upah selama dirinya tidak dipekerjakan sejak April 2011 sebesar Rp.140,4 juta. (Yul)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *