Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.232

Meski Cuma 10 Juta, Seorang Kasir Layani Gugatan Selama 5 Tahun Hingga Memenangkan PK

Salah satu toko PT. Hero Supermarket. (foto: moneter.co.id)
Salah satu toko PT. Hero Supermarket. (foto: moneter.co.id)
Salah satu toko PT. Hero Supermarket. (foto: moneter.co.id)

Jakarta | Walau berjuang sendirian dalam mencari keadilan, akhirnya usaha seorang kasir yang baru bekerja 3 tahun, Mohamad Esa Bislamie Putra tidak sia-sia. Majelis Hakim Peninjauan Kembali (PK) mengabulkan permohonan Esa, terhadap Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung dan Putusan Kasasi pada Mahkamah Agung (MA).

“Mengadili, mengabulkan permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali: Mohamad Esa Bislamie Putra tersebut,” tegas Hakim Agung Yulius, membacakan amar Putusan PK No. 59 PK/Pdt.Sus-PHI/2016, Senin (19/09/2016) di Gedung MA, Jakarta. Dikabulkannya permohonan Esa, karena dalam fakta persidangan, sesungguhnya PT. Hero Supermarket bukan memanggil Esa untuk bekerja tetapi untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial.

“Bahwa sebagaimana fakta di persidangan, Tergugat telah melakukan kesalahan dan sudah dipanggil secara tertulis, namun panggilan Termohon Peninjauan kembali bukan panggilan untuk kerja sebagaimana dimaksud Pasal 168 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan Penjelasannya melainkan untuk penyelesaian perselisihan,” jelas Yulius. Lebih lanjut Yulius menjelaskan, bahwa terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan Hero Supermarket sejak 6 Juni 2011, dapat diterapkan ketentuan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Esa dinyatakan berhak atas uang pesangon sebesar Rp.10 juta oleh Majelis Hakim PK pada MA. Walau sebelumnya, PHI Bandung dalam Putusan No. 1/G/2012/PHI/PN.Bdg tanggal 10 April 2012, hanya menetapkan besaran pesangonnya cuma Rp.3 jutaan. Kemudian Esa tak putus asa, ia mengajukan permohonan kasasi ke MA. Namun MA dalam putusan kasasinya No. 783 K/Pdt.Sus/2012 tanggal 20 Februari 2013, menolak permohonan Esa.

Alasan PHK Esa kala itu, karena ia dianggap menyalahgunakan kewenangannya atas penggunaan diskon sebesar 10%. Penggunaan diskon tersebut, tidak lain untuk membeli kebutuhan pribadinya hingga sebesar Rp.1,55 juta dari kebolehan penggunaan diskon hanya Rp.1,5 juta. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of