Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
725

Mogok Kerja Tidak Sah, MA: Pekerja Tak Berhak Atas Tambahan Uang Pisah

PT. Daya Muda Agung, Jakarta. (foto: mahakamgroup.com)
PT. Daya Muda Agung, Jakarta. (foto: mahakamgroup.com)
PT. Daya Muda Agung, Jakarta. (foto: mahakamgroup.com)

Jakarta | Dikualifikasi mengundurkan diri, Mahkamah Agung (MA) menyatakan Muhammad Ali, dkk (26 orang) selaku pekerja dari PT. Daya Muda Agung, tidak berhak atas tambahan uang pisah. “Bahwa kompensasi yang telah diberikan oleh Penggugat kepada Para Tergugat telah melebihi kompensasi yang ditentukan dalam Pasal 168 ayat (3) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, sehingga pemberian tambahan uang pisah tidak dapat dibenarkan,” ujar Hakim Agung Irfan Fachruddin, Rabu (11/5/2016) lalu.

MA menilai, Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, telah salah dalam menerapkan hukum. Sebab, PT. Daya Muda Agung telah memberikan uang penghargaan masa kerja yang perhitungannya lebih besar dari uang pisah. Sehingga, permohonan kasasi yang diajukan oleh perusahaan yang berlokasi di Jl. Pulo Kambing, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta tersebut, terdapat cukup alasan untuk dikabulkan.

“Membatalkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 89/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.JKT.PST., tanggal 8 Oktober 2015,” tegas Irfan membacakan amar Putusan pada tingkat Kasasi No. 148 K/Pdt.Sus-PHI/2016 itu. Lebih lanjut Irfan menyatakan, Muhammad Ali dan kawan-kawan telah melakukan mogok kerja tidak sah dan telah dipanggil untuk bekerja kembali secara patut sebanyak dua kali, namun tidak bersedia hingga akhirnya dikualifikasi mengundurkan diri.

Mogok kerja yang dilakukan sejak 16 Juli 2014 oleh ke-26 pekerja pada perusahaan yang bergerak dibidang pendistribusian produk tersebut, akibat tidak dipenuhinya permintaan penetapan uang makan dan uang transport dalam komponen tunjangan tetap. Selain itu, perusahaan juga diminta untuk memberikan uang bonus yang besaran dan pelaksanaannya merupakan hak prerogatif perusahaan berdasarkan kemampuan keuangan. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of