Type to search

Berita

Perundingan Masih Berjalan, MA: Mogok Kerja Tidak Sah

Share
Demo Buruh PT. Voksel Electric Tbk yang berlangsung bulan Juni 2015.

Demo Buruh PT. Voksel Electric Tbk yang berlangsung bulan Juni 2015.

Jakarta | Permohonan kasasi yang diajukan oleh Andrianto, dkk (8 orang) dan diregisterasi dengan nomor 543 K/Pdt.Sus-PHI/2016, ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Lantaran perundingan antara mereka dengan PT. Voksel Electric Tbk, yang difasilitasi mediator hubungan industrial masih berlangsung.

“Bahwa mogok yang dilakukan oleh Penggugat adalah tidak sah karena masih berjalannya perundingan atau mediasi yang juga melibatkan mediator dari Dinas Ketenagakerjaan dan Tansmigrasi, sehingga mogok kerja ini belum memenuhi ketentuan Pasal 137 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” ujar Hakim Agung Zahrul Rabain, Kamis (11/8/2016) lalu.

Lebih lanjut, MA menyatakan, ketidakhadiran Andrianto untuk memenuhi panggilan bekerja yang dikirimkan perusahaan sebanyak 2 (dua) kali dalam tenggang waktu satu minggu antara tanggal 22 Juni sampai dengan tanggal 23 Juli 2015, mengakibatkan para pekerja dikualifikasi mengundurkan diri.

MA juga menilai, Putusan PHI Bandung Nomor: 231/G/2015/PHI/PN.Bdg tanggal 21 Maret 2016, yang menyatakan hubungan kerja para pekerja dengan pengusaha terputus karena kualifikasi mengundurkan diri, dan hanya diberikan uang kebijakan sebesar 1 (satu) bulan upah serta uang penggantian hak 15% dari jumlah uang pesangon, telah tepat.

“Bahwa Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Bandung dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, sehingga permohonan kasasi yang diajukan oleh Para Pemohon Kasasi Andiranto dan kawan-kawan, tersebut harus ditolak,” tandas Rabain. (Yul)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *