Type to search

Buruh Migran

Pulang Bekerja dari Singapura, TKW Alami Gangguan Jiwa

Share
Fadila Rahmatika (20), dipulangkan dari Singapura ke kampung halamannya, Ponorogo, Jawa Timur. (foto: aceh.tribunnews.com)

Fadila Rahmatika (20), dipulangkan dari Singapura ke kampung halamannya, Ponorogo, Jawa Timur. (foto: aceh.tribunnews.com)

Ponorogo | Fadila Rahmatika (20), dipulangkan dari Singapura ke kampung halamannya, Ponorogo, Jawa Timur dalam keadaan tubuh penuh bekas luka. Kaki dan tangannya juga tidak bisa digerakkan, papar Karsiwen, Ketua dari Kelurga Besar Buruh Migran Indonesia (Kabar Bumi), akhir pekan kemarin.

Tak hanya luka tubuh, Fadila mengalami trauma dan gangguan psikologis akibat perlakuan dari majikannya, Tan Seok Neo. Karsiwen menuding pemerintah lagi-lagi ‘kecolongan’ atau kurang perhatian atas kasus dugaan penganiayaan buruh migran Indonesia. Fadila dipulangkan dalam kondisi tidak berdaya tetapi tidak dibawa ke rumah sakit setiba di tanah air oleh Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS). “Kasus- kasus seperti ini masih terus terjadi karena minimnya perlindungan yang diberikan oleh pemerintah kepada Buruh Migran Indonesia,” terangnya.

Menurutnya, Fadila sempat tidak ada komunikasi dengan keluarganya hingga dua bulan lamanya, sejak diberangkatkan 1 Februari 2016 lalu. Kemudian Fadila ditemukan petugas kapal ferry yang mengangkutnya dari Singapura ke Batam, karena seluruh penumpang telah turun dari kapal, hanya Fadila seorang diri dalam keadaan psikologis terganggu.

Kemudian, Fadila dijemput oleh PPTKIS-nya dari Batam ke Surabaya pada 30 Nopember lalu. Kala itu, wajah Fadila penuh dengan jerawat, luka-luka bagian kaki, serta tangan dan lututnya bengkak. Ibu dan keluarga hampir tidak mengenalinya karena kondisinya tersebut, tutur Karsiwen. (Yul)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *