Type to search

Sekitar Kita

Digeruduk FSPS, Pegawai Wasnaker: Belum Ada SK Dari Disnaker Propinsi

Share
Sejumlah Pengurus FSPS Cirebon sedang berdialog dengan Kepala BPPK Wasnaker, Senin (27/2) siang tadi. (foto: Ibnu Sholih)

Sejumlah Pengurus FSPS Cirebon sedang berdialog dengan Kepala BPPK Wasnaker, Senin (27/2) siang tadi. (foto: Ibnu Sholih)

Cirebon | Sebanyak tiga ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS) Cabang Cirebon, mendatangi Balai Pelayanan Pengawasan Ketenagakerjaan (BPPK) Wilayah III Propinsi Jawa Barat, Senin (27/2) siang tadi. Para pengunjuk rasa meminta agar Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan, yang dilanggar oleh Pabrik Gula (PG) Jatitujuh.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala BPPK, HB Subaedi Hero berdalih Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan yang kini berada langsung dibawah Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Propinsi Jawa Barat, belum diberikan surat keputusan kewenangan melakukan tindakan pemeriksaan. Namun demikian, apabila sampai tanggal 10 Maret belum ada surat keputusan, ia akan meminta Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan pada tingkat Propinsi untuk melakukan pemeriksaan.

Koordinator aksi, Koko Adi Sanjaya mengatakan, bahwa ia bersama teman-temannya hanya ingin memastikan, kepindahan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan dari Disnaker Kabupaten Cirebon ke Propinsi Jawa Barat, benar-benar bertujuan untuk memaksimalkan kinerja Pegawai Pengawas. “Kami berharap, laporan kami segera ditindak-lanjuti, jika belum ada perkembangan, maka kami akan datang kembali dengan anggota yang lebih banyak,” tegas Koko.

Tak hanya PG Jatitujuh yang dilaporkan, Koko juga meminta Subaedi untuk memeriksa PT. Sarana Sumber Tirta dan PT. Lao Chow Indonesia, yang hingga kini tidak membayar upah pekerjanya yang dirumahkan. Ia meminta agar Pegawai Pengawas segera mempidanakan kedua perusahaan tersebut. (-03)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *