Sabtu, 14 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.746

Gugatan di-N.O., Gara-Gara Tidak Dalilkan PKWT Bertentangan Dengan UU

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Gugatan Budiman Josep Sinurat terhadap PT. Wira Multi Perkasa, dinyatakan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan dan Mahkamah Agung (MA), tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard). Alasannya, karena Budiman tidak mendalilkan adanya pelanggaran penerapan perjanjian kerja waktu tertentu (pekerja kontrak), sedangkan dirinya menuntut pemberian uang pesangon akibat dari pelanggaran perjanjian kontrak.

“Bahwa gugatan Penggugat kabur (obscuur libels) karena tuntutan Penggugat memohon diberikan uang pesangon, sedangkan hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat didasarkan pada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, tanpa Penggugat mendalilkan adanya pelanggaran PKWT sebagaimana dimaksud ketentuan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003,” ujar Hakim Agung Irfan Fachruddin, Rabu (10/8/2016) lalu.

Dengan demikian, MA menilai Putusan PHI Medan No. 199/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn bertanggal 2 Februari 2016, tidaklah salah dalam menerapkan hukum. “Dalam hal ini Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan tidak salah menerapkan hukum,” lanjut Fachruddin membacakan pertimbangan hukum pada putusan dalam perkara No. 475 K/Pdt.Sus-PHI/2016.

Terhadap pertimbangan hukum tersebut, setidaknya perusahaan yang berlokasi di Jl. Kapten Sumarsono, Deli Serdang, Sumatera Utara itu, dapat terhindar dari tuntutan Budiman yang meminta pembayaran uang pesangon dan upah sejumlah Rp.41,5 juta. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of