Type to search

Berita

HRD Tanda Tangani Perjanjian Kerja, PHI: Direktur Tak Dapat Digugat

Share
Ilstrasi. (foto: www.kejari-sekayu.go.id)

Ilustrasi. (foto: www.kejari-sekayu.go.id)

Pangkalpinang | Eko Saptianto Rasyim, dinilai Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang, keliru telah menggugat Direktur PT. Bukit Timah. Sebab, segala tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh Direksi merupakan tanggung jawab hukum perseroan, bukan pemegang saham atau pengurus perseroan. Sehingga gugatan yang diajukan Eko haruslah dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard).

Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Setyanto Hermawan, juga berkesimpulan, yang bertanggung jawab atas segala akibat hukum dari timbulnya perjanjian kerja yang ditanda-tangani oleh HRD & GA, adalah PT. Bukit Timah. “Bahwa yang bertanggung jawab atas Perjanjian Kerja Waktu Tertentu antara Penggugat dengan Staff HRD & GA, yang bertindak untuk dan atas nama PT. Bukit Timah adalah PT. Bukit Timah,” tegas Setyanto, Rabu (28/9/2016) lalu.

Atas pertimbangan hukum tersebut, PHI menganggap gugatan Eko telah salah dalam menarik Direktur PT. Bukit Timah sebagai Tergugat. “Majelis Hakim berpendapat, Eksepsi Tergugat yang menyatakan Gugatan Penggugat keliru pihak yang ditarik sebagai Tergugat (exceptio error in persona), memiliki alasan hukum yang cukup dan karenanya harus diterima,” ujar Setyanto membacakan putusan dalam perkara yang diregister dengan perkara Nomor 15/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Pgp.

Dalam gugatannya, Eko meminta PHI untuk menyatakan status hubungan kerjanya dengan perusahaan yang berlokasi di Jl. Malahayati, Bukit Intan, Pangkalpinang itu sebagai pekerja tetap. Karena menurutnya, perjanjian kerja waktu tertentu yang dibuat oleh perusahaan, tidak menerapkan jeda saat perpanjangan perjanjian. (-03)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *