Type to search

Berita

MA Gunakan Penjelasan Umum UU Untuk Batalkan Putusan Bekerja Kembali

Share
Ilustrasi. (foto: waspada.co.id)

Ilustrasi. (foto: waspada.co.id)

Jakarta | Dengan telah terjadinya perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga ke lembaga peradilan, dianggap Mahkamah Agung (MA) telah memastikan hubungan kerja Yuli Susanto dengan Rumah Sakit Mitra Masyarakat tidak mungkin lagi harmonis. Dalam pertimbangan hukumnya, MA mendasarkan pendapatnya pada alinea ketiga penjelasan umum Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004.

“Dengan mendasarkan pada alinea ketiga penjelasan umum UU 2/2004, hubungan kerja beralasan hukum dinyatakan berakhir atau dengan alasan disharmonis,” ujar Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Senin (5/12/2016) lalu. Atas pertimbangan hukum tersebut, MA berpendapat, Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jayapura No. 2/G/2016/PHI.Jap tanggal 10 Mei 2016, yang menghukum pihak RS mempekerjakan kembali Susanto, haruslah dibatalkan.

MA dalam amar putusan bernomor 964 K/Pdt.Sus-PHI/2016, menghukum rumah sakit yang berada di Jl. Caritas, Mimika tersebut, untuk membayar uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, kepada Susanto yang seluruhnya sebesar Rp.77,4 juta.

Sebelumnya, PHI selain menghukum rumah sakit untuk mempekerjakan kembali Susanto ditempat semula, juga telah menetapkan pembayaran upah selama Susanto tidak dipekerjakan sejak bulan Mei 2014 sampai dengan Mei 2016, sebesar Rp.168 juta. Namun dengan terbitnya Putusan MA yang didasarkan pada penjelasan umum alinea ketiga UU 2/2004, Susanto hanya berhak atas uang pesangon sebesar Rp. 77,4 juta. (-03)

1 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *