Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.513

MA: Sopir Truk Mixer Bukan Pekerjaan Penunjang Yang Dapat Dikontrak

Ilustrasi. (gambar: cyberspaceandtime.com)
Ilustrasi. (gambar: cyberspaceandtime.com)

Jakarta | Mengaku upahnya dibayar dibawah ketentuan upah minimum dan diperjanjikan dengan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak), akhirnya gugatan sopir truk mixer, Rino Chandra terhadap PT. Wira Beton Mix dimenangkan oleh Mahkamah Agung (MA). Kegiatan usaha yang dilakukan perusahaan dibidang produksi semen cor (concrete mixing), yang dianggap oleh Majelis Hakim pada tingkat kasasi sebagai pekerjaan utama (core bussines).

Selain itu, perjanjian kerja kontrak yang dibuat keduanya sejak 9 Juli 2011, tidak terputus, sehingga beralih menjadi perjanjian kerja untuk pekerja tetap. “Bahwa pekerja terikat perjanjian kerja waktu tertentu secara tidak terputus dan bukan merupakan pekerjaan penunjang yang bersifat sementara atau selesai dalam waktu tertentu, sehingga tidak memenuhi ketentuan Pasal 59 ayat (1) Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003,” tegas Hakim Agung Yulius, Rabu (28/9/2016) lalu.

MA juga menilai, Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor 12/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Pbr tanggal 31 Maret 2016 (Baca: PHI Nyatakan Sopir Truck Sebagai Pekerjaan Tetap), yang telah menetapkan kewajiban PT. Wira Beton Mix kepada Rino Chandra berupa uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja dan uang pengantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3) serta ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, telah benar dan tidak bertentangan dengan hukum.

“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, ternyata bahwa Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Pekanbaru dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan atau undang-undang,” ujar Yulius membacakan pokok pertimbangan dalam perkara yang diregister dengan Nomor 686 K/Pdt.Sus-PHI/2016 tersebut. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of