Senin, 16 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
3.140

Perjuangkan Upah Lembur Hanya Rp.7000/Jam, Ketua Serikat Lapor Polisi Karena di-PHK

Formulir penolakan adanya serikat pekerja di PT. Chun Cherng Indonesia.
Formulir penolakan adanya serikat pekerja di PT. Chun Cherng Indonesia.

Tangerang | Diduga ada penyimpangan dalam menerapkan sistem kerja kontrak (perjanjian kerja waktu tertentu), dan bekerja selama 12 jam dengan pemberian upah lembur hanya Rp.7000 perjam, membuat buruh PT. Chun Cherng Indonesia membentuk serikat pekerja sebagai wadah perjuangan mereka.

Keberadaan serikat diperusahaan yang berlokasi di Kawasan industri Jatake, Jln.Industri Raya III Blok AD No.77, Buner, Cikupa, Kab.Tangerang itu, memicu reaksi. Para buruh yang baru berkeinginan masuk serikat pekerja, diminta untuk menanda-tangani formulir penolakan adanya serikat pekerja. “Mereka diintimidasi dan diancam akan dipecat, apabila masuk jadi anggota serikat,” tutur Jumattul, salah satu Tim Advokasi yang mendampingi buruh PT. Chun, Rabu (15/2) siang tadi.

Menurut Jumattul, ancaman perusahaan dibuktikan dengan memberhentikan ketua dan beberapa pengurus serikat pekerja. Atas tindakan tersebut, ia telah membuat Laporan Polisi (LP) di Mapolda Banten. Perusahaan dikenakan Pasal 43 jo. Pasal 28 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 (lima) tahun.

Dirinya melalui Feerasi Serikat Pekerja Percetakan Penerbitan Media dan Informasi (FSP PPMI) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), juga sudah melaporkan kasus pemberangusan serikat pekerja ke Dinas Tenaga Kerja Kab. Tangerang, serta Kementerian Ketenagakerjaan agar segera mendapatkan perhatian. Sebab, menurutnya, apa yang dilakukan oleh perusahaan merupakan union busting yang termasuk tindak pidana kejahatan. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of