Jumat, 13 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.101

PHI Tegaskan Pekerjaan Pengolahan Ikan Tidak Dapat Dikontrak

Surveilen HACCP dalam rangka penerbitan HC di PT. Blue Sea Industry Pekalongan. (foto: twitter BKIPM Semarang)
Surveilen HACCP dalam rangka penerbitan HC di PT. Blue Sea Industry Pekalongan. (foto: twitter BKIPM Semarang)
Surveilen HACCP dalam rangka penerbitan HC di PT. Blue Sea Industry Pekalongan. (foto: twitter BKIPM Semarang)

Semarang | Dianggap sebagai pekerjaan yang tidak akan selesai dalam waktu tertentu dan bersifat tetap, akhirnya Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Semarang menyatakan hubungan kerja antara PT. Blue Sea Industry dengan Slamet Mulyo, dkk (5 orang), beralih demi hukum menjadi hubungan kerja dengan waktu tidak tertentu (pekerja tetap).

Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Retno Purwandari Yulistyowati, mengabulkan seluruhnya tuntutan yang diajukan oleh pekerja pada perusahaan yang berlokasi di Jl. WR. Supratman, Pekalongan Utara itu. Dalam putusan bernomor 20/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Smg, hubungan kerja dinyatakan terputus dan menghukum perusahaan untuk membayar uang kompensasi pesangon sebesar Rp.213,7 juta.

Retno juga mewajibkan perusahaan untuk membayar tunjangan hari raya tahun 2015 dan tahun 2016, serta upah selama tidak dipekerjakan sejak bulan Januari 2015 sampai dengan putusan berkekuatan hukum tetap. “Dalam pokok perkara, mengabulkan gugatan Penggugat konpensi untuk seluruhnya,” tegas Retno membacakan amar putusan, Kamis (28/7/2016).

Menurut Slamet, permasalahan timbul karena tindakan perusahaan yang enggan menetapkan status pekerja harian lepas menjadi pekerja tetap, yang dijanjikan akan mulai dilakukan perbulan Januari 2015, sebanyak 5-10 orang. Sebaliknya, perusahaan justru mengecam setiap pekerja yang memprotes tindakannya dengan perlakuan pemutusan hubungan kerja. Kecaman tersebut, kemudian dibuktikan dengan PHK terhadap 41 orang. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of