Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.081

Tak Hanya Dihukum Bayar Pesangon, Perusahaan Juga Diperintahkan Kembalikan Surat Tanah

Ilustrasi. (foto: blog.urbanindo.com)
Ilustrasi. (foto: blog.urbanindo.com)
Ilustrasi. (foto: blog.urbanindo.com)

Jakarta | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, memerintahkan CV. Pustaka Al-Kautsar, untuk mengembalikan Surat Tanah yang dijaminkan Ahmad Fauzi Nasution, karena tuduhan penipuan dan penggelapan tidak terbukti. Selain itu, PHI juga menghukum perusahaan komanditer tersebut, untuk membayar uang pesangon atas pengakhiran hubungan kerja Nasution sebesar Rp.30,3 juta.

Nasution terpaksa menggugat perusahaan tempat dirinya bekerja sejak tahun 2007 itu, karena ia diberhentikan dengan alasan telah merugikan perusahaan sebesar Rp.262,5 juta. Padahal, dirinya telah beritikad baik untuk bertanggung jawab atas tuduhan tersebut, asalkan perusahaan dapat membuktikannya. Sebagai bentuk niat baiknya, Nasution memberikan jaminan surat tanah.

Atas gugatannya, PHI mengabulkan tuntutan Nasution sebagian. Namun, perusahaan yang berlokasi di Jl. Sei Asahan, Medan Sunggal itu, menolak untuk menjalankan amar Putusan PHI bernomor 163/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn tanggal 12 Januari 2016. Melalui permohonan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), perusahaan berdalih PHI tidak mempunyai wewenang untuk memerintahkan pengembalian surat tanah yang dijaminkan oleh Nasution.

Terhadap alasan perusahaan, MA menilai, PHI Medan tidaklah salah dalam menerapkan hukum. Dalam putusannya Nomor 567/Pdt.Sus-PHI/2016, MA berpendapat, PHI telah tepat menyatakan dugaan penipuan tidak dapat menjadi alasan pemutusan hubungan kerja, karena terlebih dahulu harus dibuktikan melalui peradilan pidana. “Mengadili, menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi CV. Pustaka Al-Kautsar tersebut,” tegas Hakim Agung Mahdi Soroinda Nasution, Selasa (26/07/2016) lalu. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of