Type to search

Berita

Tak Mampu Buktikan Sifat Pekerjaan, Meski Ada Dissenting, Kasasi Tetap Ditolak

Share
Ilustrasi. (Gambar: haluannews.com)

Ilustrasi. (Gambar: haluannews.com)

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) menilai, PT. TAI Electronic Indonesia tidak mampu membuktikan jenis pekerjaan bersifat tidak tetap yang dilakukan oleh ketiga pekerjanya, Eko Pramudianto, Jefri Ariyanto dan Eka Hendayana. Sehingga perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang dibuat keduanya, bertentangan dengan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

“Bahwa terbukti perjanjian kerja waktu tertentu tidak memenuhi ketentuan Pasal 59 Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003, dan Tergugat tidak dapat membuktikan jenis pekerjaan coating dan forming tersebut sifatnya tidak tetap,” tutur Hakim Agung Yakup Ginting, Rabu (16/3/2016) lalu memperkuat Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung Nomor 71/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg tanggal 6 Juli 2015. (Baca: PHI: PHK Batal Demi Hukum, Tapi Tanpa Ada Perintah Bekerja Kembali)

Dari ketiga Hakim, Dwi Tjahyo Soewarsono mempunyai pendapat yang berbeda (dissenting opinion). Menurutnya, semua pekerjaan dapat dipekerjakan dengan perjanjian kerja kontrak, tetapi harus memenuhi ketentuan Pasal 59 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. “Sehingga PKWT yang dibuat oleh Pemohon Kasasi dan Termohon Kasasi adalah sah,” ujarnya.

Meski terdapat perbedaan pendapat, akhirnya MA dalam putusannya bernomor 661 K/Pdt.Sus-PHI/2016, menyatakan permohonan kasasi yang dimohonkan perusahaan ditolak. “Menimbang, bahwa oleh karena terjadi perbedaan pendapat dalam Majelis Hakim dan telah diusahakan musyawarah dengan sungguh-sungguh tetapi tidak tercapai mufakat, maka Majelis Hakim mengambil putusan dengan suara terbanyak,” jelas Ginting. (-03)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *