Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.182

Tak Wajar Surat Peringatan Kesatu, Kedua dan Ketiga Diberikan Sekaligus

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Perbuatan PT. Inti Kamparindo Sejahtera yang memberikan surat peringatan kesatu, kedua dan ketiga secara sekaligus kepada Agus Warsito, Rahmad serta Muhammad Yayang, dianggap Mahkamah Agung (MA) tidak wajar dan tidak layak. Karena seharusnya pemberian surat peringatan dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan Pasal 161 ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.

“Bahwa pemberian surat peringatan yang diberikan Pemohon Kasasi terhadap Termohon Kasasi secara sekaligus adalah tidak wajar dan tidak layak karena seharusnya surat peringatan diberikan secara bertahap sesuai ketentuan Pasal 161 ayat (1) Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sehingga menjadi batal demi hukum,” tegas Hakim Agung Zahrul Rabain membacakan putusan dalam perkara No. 629 K/Pdt.Sus-PHI/2016.

Selain itu, Rabain juga menganggap pemberian surat peringatan kepada ketiga pekerja pemanen kelapa sawit tersebut, tidaklah beralasan hukum. Sebab, alasan perusahaan yang berlokasi di Komplek Riau Business Center, Pekanbaru itu, adalah karena mereka dianggap tidak dapat memenuhi target pekerjaan.

Rabain mengatakan, permohonan kasasi yang diajukan oleh perusahaan tidaklah beralasan hukum. Karena Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru No. 2/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Pbr tanggal 30 Maret 2016, yang telah menghukum perusahaan membayar uang pesangon dua kali ketentuan Pasal 156 ayat (2) UU 13/2003, telah tepat dan benar.

“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, ternyata bahwa Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Pekanbaru dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, sehingga permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi PT. Inti Kamparindo Sejahtera, tersebut harus ditolak,” ujar Rabain. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of