Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.160

Terima Hadiah Dari Pengacara Perusahaan, MA Restui PHK

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) menilai, tindakan Hariadi Sulistijo selaku Legal Officer, yang menerima hadiah dari rekanan pengacara PT. Bank CIMB Niaga Tbk, tempat ia bekerja, merupakan pelanggaran terhadap perjanjian kerja bersama dan dapat mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Bahwa ternyata Penggugat telah melakukan pelanggaran terhadap Perjanjian Kerja Bersama, karena menerima hadiah dari Advokat yang sedang menangani perkara Tergugat, oleh karenanya sebagaimana diatur dalam Pasal 161 ayat (3) Nomor 13 Tahun 2003, Penggugat beralasan hukum di PHK dengan uang pesangon,” ujar Hakim Agung Yakup Ginting, Selasa (23/8/2016).

Atas pertimbangan tersebut, MA menolak permohonan kasasi yang diajukan Hariadi terhadap Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, No. 13/G/2016/PHI.Sby tanggal 25 April 2016. Dalam putusannya, PHI mengkualifikasikan PHK terhadap Hariadi karena pelanggaran disiplin, dan hanya berhak mendapatkan uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 161 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.

Terhadap putusan PHI, Hariadi mengajukan keberatan. Sebab, kualifikasi yang ditetapkan PHI merupakan PHK karena kesalahan yang berulang dan telah diberikan surat peringatan kesatu, kedua serta ketiga. Sedangkan dirinya merasa tidak pernah mendapatkan surat peringatan sebelumnya. Sehingga pengakhiran hubungan kerjanya haruslah disertai dengan pemberian uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 UU 13/2003.

“Mengadili, menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi Hariadi Sulistijo tersebut,” tutur Ginting membacakan amar putusan perkara No. 639 K/Pdt.Sus-PHI/2016, didampingi Hakim Ad-Hoc  Horadin Saragih dan Fauzan di Gedung MA, Jakarta. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of