Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
940

Isi Anjuran Tak Sebut Nama Pekerja, Gugatan Tidak Dapat Diterima

Ilustrasi. (foto: tribunmaluku.com)
Ilustrasi. (foto: tribunmaluku.com)

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) menguatkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Gresik, yang menyatakan gugatan Partini dan Tasri tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard). Sebab, gugatan kedua pekerja PT. Titani Alam Semesta tersebut, melampirkan anjuran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, yang isinya tidak ditujukan kepada keduanya, tetapi kepada pekerja PT. Titani Alam Semesta.

Dalam anjuran bernomor 567/1989/437.58/2014 tertanggal 2 Oktober 2014, pada pokoknya menganjurkan perusahaan memutuskan hubungan kerja para pekerja yang telah berusia 58 tahun dan memberikan hak-hak pekerja sesuai dengan Pasal 167 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Ketenagakerjaan. Ketiadaan nama Partini dan Tasri, membuat MA berkesimpulan, bahwa anjuran tersebut tidaklah dapat dipergunakan oleh keduanya.

“Bahwa isi Surat Anjuran Disnaker Kabupaten Gresik, tidak diperuntukkan khusus bagi Para Termohon Kasasi sebagai pemenuhan syarat formil pengajuan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial,” demikian dikutip dari Putusan MA No. 767 K/Pdt.Sus-PHI/2016 bertanggal 29 September 2016.

Terhadap pertimbangan hukum tersebut, MA menyatakan gugatan dinyatakan tidak dapat diterima. Sehingga menurut MA, pokok perkara No. 14/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Gsk, yang meminta PHI agar menghukum perusahaan untuk memutuskan hubungan kerja dengan kedua pekerja yang telah berusia 58 tahun, dengan alasan pensiun, tidaklah dapat diperiksa. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of