Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.031

MA Tolak Alasan Pengusaha Tak Bayar Pesangon Karena Menjadi Peserta BPJS

Ilustrasi. (gambar: beritasatu.com)

Jakarta | Alasan PT. Arezda Purnama Loka tak bersedia membayar uang pesangon kepada ahli waris Alm. Jaya, mantan pekerjanya yang meninggal dunia pada 30 September 2014, dengan alasan telah diikutsertakan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, tidak dibenarkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Menurut MA, perusahaan yang berlokasi di Kebon Kopi, Citeureup, Kab. Bogor itu, tetap berkewajiban membayar uang kompensasi pesangon alm. Jaya, karena hak ahli waris dimaksud bersifat normatif. Sehingga MA berpendapat, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, telah tepat menghukum perusahaan membayar uang sejumlah Rp.93,8 juta sebagai penghargaan kepada almarhum yang telah bekerja selama 25 tahun lebih.

Perusahaan menilai, putusan PHI yang diregister dengan No. 35/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Bdg tanggal 29 Juni 2016, sangat memberatkan perusahaan yang sedang menghidupi 300-an pekerja. Seharusnya, ahli waris almarhum dapat merasa cukup dengan pemberian manfaat atas jaminan kematian dan hari tua. Sehingga tuntutan ahli waris almarhum cukup mengejutkan perusahaan.

“Kami sangat berkeberatan, karena uang tuntutan sebesar itu tidak pernah diiur selama puluhan tahun, sehingga secara akumulatif menjadi sangat besar. Terlebih bahwa akumulasi tahun kerja itu dikalikan dengan gaji terakhir, bukan gaji awal, yang mana kita semua ketahui bahwa penetapan upah minimum selalu naik secara signifikan dari tahun ke tahun. Sehingga tuntutan semacam dan sejumlah itu dengan mendadak sontak menjadi masalah bagi perusahaan,” demikian dinyatakan Suma Wijaya, Personalia PT. Arezda yang dikutip dari memori kasasi dengan nomor register 928 K/Pdt.Sus-PHI/2016. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of