Type to search

Berita

Mengancam Membunuh, MA: PHK Sah

Share

Ilustrasi. (gambar: arisychology.blogspot.co.id)

Jakarta | Pengakuan Saleh yang mengancam akan membunuh atasannya, Jimson Gultom, dinilai Mahkamah Agung (MA) telah cukup beralasan untuk menyatakan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT. Bukit Baiduri Energi, sah. Dalam pertimbangan hukumnya, MA menganggap tindakan tersebut adalah perbuatan pidana, dan membebaskan perusahaan dari beban pembayaran uang pesangon.

Melalui putusan nomor 957 K/Pdt.Sus-PHI/2016, MA akhirnya membatalkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Samarinda No. 53/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Smr tanggal 14 Desember 2015, yang memerintahkan perusahaan untuk membayar uang pesangon sebesar Rp.97,7 juta serta upah proses selama 6 bulan kepada Saleh.

Majelis Hakim MA yang diketuai oleh Hakim Agung, Zahrul Rabain pada 30 Nopember 2016 lalu, hanya mengganjar perusahaan yang berlokasi di Tenggarong, Kutai Kartanegara tersebut, untuk membayar uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sebesar 15% yang berjumlah Rp.27,3 juta, serta tanpa pembayaran upah proses.

Perhitungan pemberian uang kompensasi pemutusan hubungan kerja yang diputuskan MA, lebih rendah dari isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT. Bukti Baiduri Energi. Dalam gugatannya, perusahaan meminta PHI untuk menetapkan besaran uang kompensasi pemutusan hubungan kerja akibat kesalahan berat, sebesar Rp.30,9 juta. Perhitungan tersebut, menggunakan rumus uang ganti kerugian sebagai uang penggantian hak sebesar 30%, bukan 15% sebagaimana dimaksud Pasal 156 ayat (3) huruf c Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. (-02)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *