Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
884

NO Pada Putusan Akhir, PHI Belum Sungguh-Sungguh Praktekkan Azas Peradilan

Gedung Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (foto: panoramio.com)

Jakarta | Novianty Bahsoan tak menduga gugatannya yang diregister dengan perkara No. 20/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Gto, dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard/N.O) oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Gorontalo. Sebab dirinya merasa telah menjalani dengan baik seluruh proses persidangan, termasuk menyampaikan alat bukti.

Majelis Hakim PHI yang diketuai oleh Hakim Ngguli Liwar Mbani Awang, menilai Novianty keliru telah menggugat Pimpinan PT. Rocky Mitra Group. Karena berdasarkan akta notaris sebagai akta pendirian, badan hukum perseroan terbatas yang dimaksud atas nama PT. Rocky Mitra Bangunan, bukan PT. Rocky Mitra Group.

Amar N.O pada putusan akhir, disayangkan oleh Praktisi Hukum Ketenagakerjaan, Muhammad Hafidz. Menurutnya, PHI seharusnya mempraktekkan secara sungguh-sungguh azas peradilan sederhana, murah dan cepat yang merupakan amanat pembentukan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

Dalam Pasal 83 ayat (2) UU 2/2004, Hakim diberikan kewajiban untuk memeriksa isi gugatan dan meminta gugatan disempurnakan jika ada kekurangan. Kewajiban tersebut, juga diatur dalam peradilan tata usaha negara yang sebelum proses persidangan dimulai, dilakukan pemeriksaan pendahuluan. “Seharusnya PHI juga mengadopsi ketentuan hukum acara peradilan tata usaha negara, itu dalam rangka menjalankan azas peradilan sederhana, murah dan cepat,” ujarnya.

Lebih lanjut Hafidz menjelaskan, apabila setiap gugatan dilakukan pemeriksaan pendahuluan, maka dapat diminimalisir putusan N.O. Hakim dapat terlebih dahulu memeriksa legal standing (kedudukan hukum) penggugat, formalitas surat kuasa atau surat gugatan, dan bagaimana kriteria alat bukti yang dapat bernilai hukum dihadapan pengadilan. “Nggak ada salahnya-kan Hakim memberikan nasihat? Bukan hanya sekedar ditanya, apakah saudara tetap pada gugatan atau mau melakukan perbaikan? Tidak begitu,” tegasnya. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of