Type to search

Berita

Royal Standard Bebas Dari Gugatan PHK Karena Merokok Ditempat Kerja

Share

Ilustrasi. (foto: mirajnews.com)

Jakarta | Setelah menempuh upaya hukum luar biasa, akhirnya gugatan Triyono dan Arief Kusno terhadap PT. Royal Standard, ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Dalam putusan Peninjauan Kembali (PK) No. 93 PK/Pdt.Sus-PHI/2016, MA menilai, alasan PK yang diajukan kedua pekerja tersebut hanya berupa penafsiran atau perbedaan pendapat yang bukan termasuk sebagai kekhilafan hakim atau suatu kekeliruan yang nyata.

Menurut MA, apakah merokok ditempat kerja sebagai kesalahan berat atau tidak, bukan merupakan alasan peninjauan kembali yang dapat dipertimbangkan. “Mengadili, menolak permohonan peninjauan kembali dari para Pemohon Peninjauan Kembali, Triyono, Arief Kusno tersebut,” demikian petikan amar Putusan PK yang diketuai oleh Majelis Hakim Mahdi Soroinda Nasution, Rabu (19/10/2016) lalu.

Sebelumnya, PT. Royal Standard diwajibkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak kepada kedua mantan pekerja yang diakhiri hubungan kerjanya sebesar Rp.40 juta lebih.

Atas putusan PHI bernomor 124/G/2013/PHI.Bdg tanggal 17 Februari 2014 itu, Royal Standard ajukan kasasi ke MA. Dalam putusannya, Majelis Hakim tingkat kasasi mengkualifikasikan gugatan pemutusan hubungan kerja keduanya, kadaluarsa. Sehingga, MA dalam amar Putusan No. 533 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 27 Nopember 2014, membatalkan Putusan PHI dan mengadili sendiri dengan menolak gugatan kedua pekerja. (-02)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *