Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.132

Walau Mogok Hanya Sehari, MA Restui PHK

Ilstrasi. (foto: www.kejari-sekayu.go.id)
Ilustrasi. (foto: www.kejari-sekayu.go.id)

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) sependapat dengan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang menyatakan mogok kerja tanggal 14 Nopember 2013 yang dilakukan oleh Puji Dwinanto, dkk di PT. Pixel Art Indonesia, tidak sah akibat dari tidak terpenuhinya ketentuan Pasal 137 dan Pasal 140 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Bukan tanpa alasan, Puji terpaksa melakukan mogok kerja karena salah seorang pengurus serikat pekerjanya diberhentikan bekerja, dengan alasan perjanjian kontraknya telah berakhir. Hal tersebut memicu kemarahan anggotanya sebanyak 150-an orang, dan berujung pada berhentinya aktifitas bekerja. Namun, keesokan harinya, Puji bersama seluruh kawan-kawannya tetap melakukan pekerjaan seperti biasa hingga akhirnya ikut diputuskan hubungan kerjanya pada bulan Desember 2013.

Tindakan Puji yang berhenti bekerja dengan cara mematikan mesin produksi dan lampu di areal produksi, dinilai oleh MA terbukti sebagai pelanggaran. Dengan demikian menurut MA dalam petikan putusan No. 865 K/Pdt.Sus-PHI/2016 tertanggal 26 Oktober 2016, Puji dan kawan-kawannya hanya berhak mendapatkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 UU 13/2003.

“Bahwa penggugat melakukan mogok tidak sah, yaitu pelanggaran terhadap Pasal 137 dan Pasal 140 Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Karena mogok kerja tersebut tidak sah maka sesuai Pasal 6 ayat 1 (satu) Kepmenakertrans Nomor 232 Tahun 2003 tentang akibat mogok tidak sah dianggap mangkir. Selain itu Para Penggugat juga mematikan mesin produksi, lampu di areal produksi dan berhenti bekerja dengan demikian pelanggaran dapat dibuktikan,” demikian pertimbangan hukum Majelis Hakim MA yang diketuai oleh Hakim Agung Zahrul Rabain.

Putusan serupa juga pernah dialami oleh Saefudin,d kk melawan PT. Suzuki Indomobil Motor. Namun MA dalam putusannya kala itu (Baca: Hanya Mogok Kerja Sehari, MA Putuskan Hubungan Kerja Berakhir), PT. Suzuki dihukum untuk membayar uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan pasal 156 ayat (2), dan uang penghargaan masa kerja serta uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan ayat (4) UU 13/2003. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of