Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
961

23 Perusahaan di Batam Tutup, Disnaker Tak Tahu Alasannya

Ilustrasi. (foto: sindonews)
Ilustrasi. (foto: sindonews)

Batam | Sejak bulan Januari hingga April 2017, sebanyak 23 perusahaan di Batam telah tutup, sehingga berakibat pada menganggurnya 889 pekerja yang selama ini bekerja pada perusahaan tersebut. Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Jum’at (14/04) kemarin di Nagoya Hill, Batam.

Menurut Rudi dalam keterangannya kepada wartawan disela-sela pembukaan Pameran Batam Nasional Expo (Bannex) 2017, ia tidak mengetahui alasan tutupnya perusahaan yang sebagian bergerak pada bidang shipyar, perdagangan dan jasa itu. “Sebanyak 889 pekerja jadi pengangguran akibat 23 perusahaan tutup usahanya. Kita tidak tahu penyebabnya perusahan-perusahaan besar tutup,” terangnya.

Tidak diketahuinya alasan ke-23 perusahaan di Batam tutup, disayangkan oleh Praktisi Hukum Ketenagakerjaan, Muhammad Hafidz. Menurutnya, jika Disnaker tidak mengetahui alasan tutupnya perusahaan didaerah teritorialnya, maka Disnaker telah lalai dalam menjalankan salahsatu fungsinya, yaitu sebagai penyelenggara kegiatan teknis operasional yang meliputi bidang penempatan tenaga kerja, bidang hubungan industrial dan bidang pengawasan ketenagakerjaan.

Dikatakan Hafidz, seharusnya Disnaker Kota Batam mengetahui alasan tutupnya perusahaan. Sebab, sebagai penyelenggara administrasi penempatan tenaga kerja dan pengawasan ketenagakerjaan, Disnaker harus mempunyai data administrasi mengenai pendirian, penghentian atau pembubaran perusahaan. “Itu amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1981, perusahaan yang tidak melaporkan mengenai pendirian, penghentian atau pembubaran kegiatan usahanya dapat dikenakan pidana kurungan selama tiga bulan,” tutur Hafidz. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of