Type to search

Berita

Foto di Hadapan Mesin Absensi, Jadi Bukti Bantahan Anggapan Mangkir

Share

Ilustrasi.

Medan | Tindakan PT. Internusa Tribuana Citra Multi Finance yang memberikan surat mutasi kepada Tumbur Daniel Gandatua Pane, empat hari setelah mutasi berlaku efektif, dinyatakan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, tidak berdasarkan hukum dan tidak sah.

Fakta persidangan, perusahaan memberikan surat mutasi kepada Tumbur pada tanggal 15 Juli 2016, sedangkan mutasi berlaku efektif sejak tanggal 11 Juli 2016. Selain itu, PHI Medan juga menolak alasan perusahaan yang mengkualifikasikan Tumbur mangkir dan tidak masuk bekerja. Sebab, Tumbur mampu membuktikan dirinya hadir diperusahaan melalui foto-foto dirinya yang berada di depan mesin absensi sidik jari, yang atas nama Tumbur telah diblok.

“Majelis Hakim berpendapat, bahwa Penggugat tetap hadir di tempat kerja seperti biasa walaupun scan jari sudah di blok sesuai sistem absen, maka surat panggilan kerja pertama dan surat panggilan kerja kedua dari Tergugat kepada Penggugat adalah tidak sah dan batal demi hukum,” ujar Hakim Masrul, Kamis (30/3/2017) lalu.

Terhadap pertimbangan tersebut, Majelis Hakim PHI yang memeriksa gugatan dengan register No. 8/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Mdn tersebut, menyatakan hubungan kerja antara keduanya dapat dinyatakan putus dengan alasan tidak lagi harmonis, yang apabila dilanjutkan hubungan kerja menjadi kurang baik. Oleh karenanya, PHI menghukum perusahaan untuk membayar uang pesangon sebesar 2 kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3) serta ayat (4) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003. (-02)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *