Type to search

Berita

Gugatan Operator SPBU Yang Dimutasi Menjadi Petugas Kebersihan, Dikabulkan PHI

Share

SPBU 14.208.178 (foto: panpages.co.id)

Medan | Tak terima dimutasi dari operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi petugas kebersihan, membuat Sukariana dan Siti Juraida mengajukan tuntutan pembayaran uang pesangon ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan. Sukariana dan Siti  yang telah bekerja sejak pertengahan tahun 1997, dimutasikan karena alasan sudah lanjut usia.

Alasan tersebut dianggap keduanya telah tidak berpedoman pada ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, karena seharusnya mutasi dilakukan pada posisi yang setara sehingga karir keduanya tidak terhambat. Namun penolakan mutasi berbuntut pada pelarangan keduanya untuk masuk bekerja seperti biasa oleh pengelola SPBU yang berlokasi di Karang Rejo, Langkat, Sumatera Utara itu.

Terhadap gugatan yang diregister dengan No. 225/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Mdn tersebut, PHI Medan telah memanggil Pengelola SPBU Karang Rejo sebanyak 3 (tiga) kali, yaitu pada 12 Januari, 2 Februari dan 9 Maret 2017, namun tidak hadir. Sehingga, Majelis Hakim yang memeriksa perkara yang diajukan Sukariana dan Siti, melanjutkan pemeriksaan tanpa kehadiran perusahaan (verstek).

Dalam pertimbangan hukumnya, PHI menilai bukti berupa name tag (bed) dan kartu kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atas nama keduanya, merupakan bukti adanya hubungan kerja. Dengan demikian, atas rangkaian dalil-dalil yang dikemukakan dalam surat gugatan bertanggal 14 Nopember 2016, tuntutan agar hubungan kerja putus terhitung sejak putusan dibacakan dengan pemberian uang pesangon, beralasan hukum untuk dikabulkan. “Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian dengan putusan verstek”, ujar Hakim Masrul membacakan amar putusan, Kamis (6/4/2017) di gedung PHI Medan. (-03)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *