Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.091

Kasat Intel Gampar Sekjend GSBI, Netizen: Polisi Langgar Nilai-Nilai Kemanusiaan

Pengurus GSBI digampar seseorang yang mengaku Kasat Intel Polres Tangerang. (foto: Kokom Komlawati)
Pengurus GSBI digampar seseorang yang mengaku Kasat Intel Polres Tangerang. (foto: Kokom Komlawati)

Tangerang | Minggu (9/4/2017) siang tadi, terjadi insiden kekerasan yang dialami oleh Emelia Yanti dari seseorang yang mengaku sebagai Kepala Satuan Intelijen Kepolisian Resor Kota Tangerang. Yanti, kala itu, sedang berusaha meminta klarifikasi kepada beberapa petugas Polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), atas adanya tindakan pembubaran paksa aksi yang dilakukan buruh PT. Panarub Dwikarya.

Bertempat di Tugu Adipura, Kota Tangerang, Yanti yang dikenal sebagai salah satu Pengurus Pusat GSBI itu, digampar ditengah-tengah kerumunan polisi dan Satpol PP. Padahal ia sedang mempertanyakan alasan pembubaran aksi yang tengah dilakukan oleh para buruh yang selama 5 (lima) tahun belum mendapatkan keadilan atas pemutusan hubungan kerja sepihak oleh perusahaan pembuat sepatu Adidas dan Mizuno.

Yanti yang sedang menemani para buruh melakukan aksi, sempat marah dengan perlakuan polisi dan Satpol PP yang merampas poster-poster yang sedang dibentangkan oleh kawan-kawannya, bahkan ketika ada kawannya yang menanyakan alasan perampasan, justru malah dihardik dan dibenatak-bentak. Sontak, keadaan itu membuat Yanti meminta klarifikasi. Sebab, perlakuan aparat tersebut dianggap Yanti sebagai sebuah diskriminasi, karena ada acara pagelaran hiburan dengan pawai melintas dihadapan aparat justru dibiarkan.

Ia merasa kawan-kawannya hanya membentangkan poster-poster berisi himbauan dan berusaha mendapatkan perhatian atas penyelesaian kasus pemutusan hubungan kerja sepihak yang dilakukan PT. Panarub Dwikarya dari Pemerintah Daerah. Tindakan aparat keamanan terhadap Yanti, dinilai netizen sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Tindakan menggampar, terlebih dilakukan oleh seorang laki-laki terhadap perempuan, merupakan bentuk merendahkan harkat martabat kaum perempuan. Atas kejadian itu, netizen meminta agar oknum aparat yang menampar Yanti segera ditindak-lanjuti berdasarkan hukum, agar kasus serupa tidak terulang. (-02)

1
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of