Type to search

Sekitar Kita

Mewajibkan Bekerja di 19 April, Pengusaha di Jakarta Diancam Denda Rp.100 Juta

Share

19 April ditetapkan sebagai hari libur di DKI Jakarta. (gambar: rayapos.com)

Jakarta | Pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 10 Tahun 2017, menetapkan hari Rabu, tanggal 19 April 2017 sebagai hari libur khusus di Propinsi DKI Jakarta, dalam rangka pemungutan suara Putaran Kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur [unduh].

Keppres libur yang ditanda-tangani Presiden Joko Widodo per tanggal 13 April 2017 tersebut, hanya berlaku di DKI Jakarta. Sehingga, apabila ada perusahaan yang mewajibkan buruhnya bekerja pada tanggal 19 April 2017, maka perusahaan tersebut selain memberikan kesempatan untuk melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara, juga wajib membayar upah lembur.

Hal tersebut diatur dalam ketentuan Pasal 85 ayat (3) jo. Pasal 93 ayat (2) huruf j Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 sub. Pasal 1 angka 1 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 102 Tahun 2004. Pengusaha di Jakarta yang memerintahkan bekerja lembur pada tanggal 19 April, harus ada persetujuan tertulis dari buruh yang bersangkutan.

Besaran upah lembur bagi buruh di Jakarta yang bekerja pada tanggal 19 April adalah dua kali upah sejam untuk tujuh jam kerja pertama. Upah sejam berasal dari perhitungan 1/173 dikalikan upah sebulan, yang terdiri dari upah pokok beserta tunjangan-tunjangan yang bersifat tetap. Ancaman hukuman bagi pengusaha yang tidak membayar upah lembur, dapat dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 12 bulan atau denda Rp.100 juta. (-02)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *