Selasa, 15 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.509

Sebelum Tanda Tangan Kontrak, Tenaga Kerja Asing Harus Perhatikan Ini

Ilustrasi. (gambar: hukamim.blogspot.com)

Jakarta | Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) bagi sebagian perusahaan seolah menjadi keharusan, karena beberapa bidang tertentu memang membutuhkan keahlian dari masing-masing TKA. Untuk bekerja di Indonesia, TKA harus mempunyai Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang diterbitkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, sebagaimana diatur dalam Permenakertrans Nomor 12 Tahun 2013.

Setelah mendapatkan IMTA, maka perusahaan baru dapat menggunakan TKA setelah mengikatkan diri dalam sebuah perjanjian kerja dengan TKA tersebut. Sehingga setiap perjanjian kerja yang ditanda-tangani sebelum IMTA diterbitkan, maka perjanjian tersebut batal demi hukum. Demikian pertimbangan hukum Mahkamah Agung (MA) No. 774 K/Pdt.Sus-PHI/2016 dalam perkara antara Kim Se Jong melawan PT. Kedap Sayaaq.

MA menilai, perbuatan Kim yang menanda-tangani perjanjian kerja pada tanggal 9 Februari 2015, sebagai kekeliruan. Karena seharusnya, Kim hanya baru dapat menanda-tangani perjanjian kerja setelah PT. Kedap Sayaaq mendapatkan IMTA dari Kementerian Ketenagakerjaan. Atas penilaiannya tersebut, Majelis Hakim MA menyatakan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Samarinda, No. 62/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Smr tanggal 22 Desember 2015, tidak bertentangan dengan hukum.

Sebelumnya, PHI Samarinda telah menolak gugatan Kim yang meminta pembayaran ganti rugi atas pemutusan hubungan kerja sepihak dirinya oleh perusahaan. Dalam gugatannya, Kim meminta pembayaran pesangon sebesar US$ 80 ribu, dan biaya tiket pesawat sebesar Rp.8,2 juta. Alasan PHI menolak gugatan Kim, karena perjanjian kerja yang telah dibuat, belum sah sebagai sebuah perjanjian akibat cacat prosedural. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of