Type to search

Berita

MA Kesampingkan Surat Pernyataan Mengundurkan Diri Jika Tak Sampai Target

Share

Ilustrasi. (gambar: avatarcube.com)

Jakarta | Saat diterima bekerja, Restu Indra Fajar, menanda-tangani surat pernyataan akan mengundurkan diri, jika setelah bekerja tidak memenuhi target yang telah ditentukan PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan (Colombia). Mahkamah Agung (MA) menilai, bukti surat tersebut, tidak serta merta membolehkan bagi perusahaan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), dengan alasan mengundurkan diri.

Menurut MA, Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 27/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Jkt.Pst tanggal 18 Agustus 2016, yang mengkualifikasikan PHK Restu dengan alasan telah melakukan tindakan indisipliener sebagaimana dimaksud Pasal 161 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, telah sangat tepat dan berkeadilan.

Padahal Restu mengajukan keberatan kepada MA. Sebab, seharusnya PHK yang ditujukan kepada dirinya tanpa kesalahan apapun, sehingga besaran uang pesangon yang harus ia terima sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2) UU 13/2003. Selain itu, berdasarkan Pasal 155 UU 13/2003, perusahaan harus pula dibebankan pemberian upah selama tidak mempekerjakan dirinya sejak Agustus 2015.

“Mengadili, menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi Restu Indra Fajar tersebut,” ujar Hakim Agung Panji Widagdo, membacakan amar Putusan dalam perkara No. 1026 K/Pdt.Sus-PHI/2016. (-03)

1 Comment

  1. Jono 5 Mei 2017

    Sekarang lagi ngetren bapak/ibu hakim MA, perusahaan besar kasih PHK karyawannya dengan keterangan mengundurkan diri.

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *