Type to search

Sekitar Kita

Melawan Pelecehan Seksual, Buruh Rilis Film

Share

foto: lakako.com

Jakarta | Buruh perempuan, kerap mendapatkan pelecehan seksual ditempat kerjanya. Teman sekerja, mandor bahkan hingga tingkatan manager, melakukannya dengan berbagai cara, dari hanya sekedar kata-kata sampai menyentuh dan memeluk. Isu pelecehan seksual yang terjadi dipabrik-pabrik itu, disusun secara apik menjadi film berdurasi 22 menit, dengan judul ‘Angka Jadi Suara’.

Dengan menggandeng Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, Dian Septi Trisnanti sebagai Sutradara dari anggota Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP), menyajikan fakta berupa kesaksian seorang buruh perempuan dalam alur keseluruhan cerita film yang diputar pada 15 Mei lalu di Erasmus Huis, Jakarta itu.

Berlatar belakang Kawasan Berikat Nusantara (KBN) di Jakarta Utara, berkisah tentang upaya sekelompok perempuan yang tergabung dalam Komite Buruh Perempuan KBN mengatasi pelecehan seksual di tempat kerja. Mereka kemudian masuk kedalam ruang diskusi di permukiman buruh dan pabrik. Beragam anggapan pun muncul, dari mulai yang menyalahkan korban hingga yang bersimpati dan membela korban.

Berangkat dari ruang-ruang diskusi itu pula, data pelecehan seksual di tempat kerja bisa digali. ‘Angka Jadi Suara’ membawa penonton pada sebuah cerita perjuangan para buruh untuk memerangi dan melawan kekerasan seksual. (-02)

1 Comment

  1. Jono 19 Mei 2017

    Buruh perempuan memang rentan terjadi pelecehan, serta upah murah. Apalagi didukung sistem tenaga kerja outsourcing.

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *