Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.188

Melawan Pelecehan Seksual, Buruh Rilis Film

foto: lakako.com
foto: lakako.com

Jakarta | Buruh perempuan, kerap mendapatkan pelecehan seksual ditempat kerjanya. Teman sekerja, mandor bahkan hingga tingkatan manager, melakukannya dengan berbagai cara, dari hanya sekedar kata-kata sampai menyentuh dan memeluk. Isu pelecehan seksual yang terjadi dipabrik-pabrik itu, disusun secara apik menjadi film berdurasi 22 menit, dengan judul ‘Angka Jadi Suara’.

Dengan menggandeng Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, Dian Septi Trisnanti sebagai Sutradara dari anggota Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP), menyajikan fakta berupa kesaksian seorang buruh perempuan dalam alur keseluruhan cerita film yang diputar pada 15 Mei lalu di Erasmus Huis, Jakarta itu.

Berlatar belakang Kawasan Berikat Nusantara (KBN) di Jakarta Utara, berkisah tentang upaya sekelompok perempuan yang tergabung dalam Komite Buruh Perempuan KBN mengatasi pelecehan seksual di tempat kerja. Mereka kemudian masuk kedalam ruang diskusi di permukiman buruh dan pabrik. Beragam anggapan pun muncul, dari mulai yang menyalahkan korban hingga yang bersimpati dan membela korban.

Berangkat dari ruang-ruang diskusi itu pula, data pelecehan seksual di tempat kerja bisa digali. ‘Angka Jadi Suara’ membawa penonton pada sebuah cerita perjuangan para buruh untuk memerangi dan melawan kekerasan seksual. (-02)

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Jono Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Jono
Guest
Jono

Buruh perempuan memang rentan terjadi pelecehan, serta upah murah. Apalagi didukung sistem tenaga kerja outsourcing.