Type to search

Berita

Pengakhiran Kontrak Sebelum Waktunya, MA: Pengusaha Wajib Bayar Ganti Rugi

Share

Ilustrasi. (gambar: hukamim.blogspot.com)

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) menilai Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, tidak salah dalam menerapkan hukum. Sebab, Putusan No. 74/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Bdg tanggal 15 Agustus 2016 itu, sudah benar dalam mengabulkan gugatan Zulrochman, Abd. Rohman Yuliana dan Akbar Maulana.

Pertimbangan tersebut berdasarkan adanya fakta, bahwa PT. Esham Dima Mandiri telah mengakhiri hubungan kerja ketiganya sejak tanggal 30 Mei 2015, atau sebelum berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja waktu tertentu. Seharusnya, ketiga pekerja pada perusahaan yang berlokasi di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor itu, baru dapat diakhiri hubungan kerjanya pada 7 Januari 2016 dan 3 Februari 2016.

Namun, ternyata pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan PT. Esham tanpa disertai pembayaran sisa kontrak sebanyak 8 (delapan) bulan gaji. Sehingga, Zul dan kawan-kawannya mengajukan tuntutan pembayaran ganti rugi atas upah sisa kontrak yang seluruhnya berjumlah Rp.67,7 juta. Terhadap gugatan Zul, PHI menghukum PT. Esham Dima Mandiri untuk membayar ganti rugi sisa kontrak.

Atas putusan PHI, perusahaan menolak dan mengajukan permohonan kasasi ke MA. Dalam memori kasasinya, perusahaan beralasan telah mencapai kesepakatan dan saling pengertian untuk mengakhiri hubungan kerja secara lisan. Dengan demikian, perusahaan menerbitkan surat pengakhiran kontrak kerja sebagai tindak lanjut kesepakatan lisan pada tanggal 1 Juli 2015.

Menanggapi alasan kasasi perusahaan, Majelis Hakim MA yang diketuai oleh Hakim Agung Yakup Ginting, menganggap keberatan dan alasan kasasi perusahaan tidak dapat dibenarkan. Sebab, pengakhiran hubungan kerja waktu tertentu sebelum berakhirnya jangka waktu yang telah ditentukan, haruslah disertai dengan ganti rugi sesuai Pasal 62 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. “Mengadili, menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi PT. Esham Dima Mandiri tersebut,” ujar Yakup, Rabu (25/1/2017) lalu saat membacakan Putusan No. 1032 K/Pdt.Sus-PHI/2016. (-03)

1 Comment

  1. Jono 4 Mei 2017

    Yang benar memang gitu sesuai putusan MA. Mengakhiri kontrak sebelum waktunya berarti pemutusan sepihak dan perlu dihukum membayar ganti rugi.

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *