Type to search

Berita

PHI Aceh: Sales Tidak Dapat di-Outsourcing

Share

Ilustrasi. (gambar: mugenindonesia.com)

Aceh | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Banda Aceh, menilai PT. Ariesta Sari dan  PT. MNC Sky Vision, telah melakukan pembiasan hukum atau penyelundupan hukum. Sebab, terbukti dalam persidangan, bahwa untuk urusan pekerjaan terhadap Dodi Apriyanto diperintahkan oleh PT. Arista Sari selaku perusahaan outsourcing. Sedangkan, upahnya dibayarkan oleh PT. MNC Sky Vision.

Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Ngatemin, juga menyatakan hubungan kerja antara PT. Ariesta Sari dengan Dodi Apriyanto, telah bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Hal tersebut menurut Ngatemin, karena pekerjaan terakhir Dodi adalah sebagai Sales Representation, yang tidak termasuk sebagai pekerjaan yang dapat dialihkan, seperti kebersihan, catering, security dan angkutan.

Terhadap pertimbangan tersebut, Dodi dinyatakan sebagai pekerja tetap PT. MNC Sky Vision terhitung sejak bekerja 7 tahun yang lalu. Oleh karena Dodi telah mendapatkan pembinaan berupa surat peringatan ketiga, maka Majelis Hakim menyatakan putus hubungan kerja dengan PT. MNC, dan menghukum perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta itu, dengan kewajiban pemberian uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai Pasal 156 ayat (2), ayat (3) serta ayat (4) UU 13/2003, yang seluruhnya berjumlah Rp.40,4 juta.

Selain itu, PHI dalam amar putusannya No. 3/Pdt.Sus-PHI/2016.PN-Bna, menyatakan Dodi berhak atas upah proses selama menunggu putusan lembaga pengadilan hubungan industrial, yang oleh Dodi hanya dimintakan sebesar 3 bulan upah, atau setara dengan Rp.10,5 juta. Tak hanya itu, PT. MNC juga dihukum untuk membayar biaya kembali Dodi beserta keluarganya, dari Aceh ke tempat dirinya diterima bekerja, yaitu di Jakarta. (-03)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *