Senin, 16 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
994

PHI Nyatakan Korban Pemukulan Tidak Dapat di-PHK Kesalahan Berat

Ilustrasi. (gambar: merdeka.com)
Ilustrasi. (gambar: merdeka.com)

Pekanbaru | Dianggap melakukan kesalahan berat, akibat dari perkelahian dengan mandornya, Ododogo Giawa diputuskan hubungan kerjanya oleh PT. Asia Forestama Raya pertanggal 15 April 2016 lalu. Ododogo dikualifikasikan telah melakukan pelanggaran Pasal 158 ayat (1) huruf e Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, sehingga pengusaha berhak untuk memutuskan hubungan kerja.

Dalam pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Ododogo justru terbukti sebagai korban pemukulan yang dilakukan oleh Golpin Pasaribu, mandor kerja dari Ododogo. Alasan Golpin kala itu adalah karena Ododogo tidak mau melaksanakan perintahnya. Sehingga peristiwa yang terjadi pada tanggal 7 April 2016 tersebut, mendorong Ododogo untuk melaporkannya ke pihak kepolisian akibat luka-luka yang ia derita.

Atas fakta hukum itu, Majelis Hakim PHI Pekanbaru menyatakan tidak sah pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan yang berlokasi di Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru tersebut. Dan menghukum perusahaan untuk membayar uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2) UU 13/2003, serta upah selama tidak dipekerjakan kepada Ododogo yang baru bekerja selama 2,4 tahun sebanyak 12 (dua belas) bulan gaji.

“Memerintahkan Tergugat untuk membayar hak-hak Penggugat atas PHK secara tunai dan seketika sebesar Rp. 28 juta,” ujar Hakim Joni, Selasa (31/01/2017), saat membacakan amar putusan dalam perkara yang diregister dengan nomor 84/Pdt.Sus-PHI2016/PN.Pbr tersebut. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of