Type to search

Sekitar Kita Video

Puluhan Ribu Buruh di Jakarta Tetap Peringati Hari Buruh se-Dunia

Share

Jakarta | Meskipun Pemerintah sejak tahun 2016 lalu, mengkampanyekan peringatan hari buruh melalui acara-acara seremonial bertema “May Day is a Holiday”, diantaranya pawai kebudayaan, lomba memancing ikan dan futsal. Namun puluhan ribu buruh di Jabodetabek, Senin (01/05/2017) tetap merayakan hari buruh se-dunia dengan unjukrasa.

Sejak pagi hari, lebih dari 20 ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), yaitu Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (SPKEP), memenuhi Jalan Medan Merdeka Utara. Dengan menggunakan puluhan bus, mereka memulai longmarch dari Patung Kuda, didepan Gedung Indosat. Sayangnya, langkah mereka yang mengusung isu Hosjatum (Hapus Outsorcing, Pemagangan, Jaminan Sosial dan Upah Murah), terhenti didepan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam).

Sebab, barisan ratusan polisi, kawat berduri dan mobil anti huru hara, sudah menghadang puluhan ribu buruh yang hendak bergerak menuju depan Istana Negara, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. Keadaan tersebut, memaksa buruh dari FSPMI membakar keranda yang mereka bawa, dan meminta polisi untuk membuka barikade penjagaan. “UU yang membolehkan kami untuk dapat berunjuk rasa dengan jarak 100 meter dari Istana, kenapa kami sudah dihadang disini? Kami minta polisi segera mundur,” tegas M. Rusdi, Sekjend KSPI.

Selain KSPI, lima ratusan massa buruh yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) diantaranya Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) dan organisasi rakyat serta mahasiswa, tak hanya isu-isu perburuhan yang diangkat, tetapi juga meminta Pemerintah untuk melindungi rakyat dan para petani dari kejahatan kapitalisme. Sebelum bergabung bersama massa buruh dari KSPI, FPR terlebih dahulu berorasi didepan Kedutaan Amerika Serikat. Mereka mengecam negara adidaya itu, untuk menghentikan segala bentuk campur tangan apapun di Indonesia.

Sekitar lima ribu massa buruh dari Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), juga turut mengutuk Pemerintah Indonesia yang telah menjadi agen neoliberalisme, dan telah gagal mensejahterakan kaum buruh. Sehingga, serikat buruh dibawah kepemimpinan Nining Elitos itu, bertekad membangun kekuatan politik kelas buruh dan rakyat tertindas. Hingga berita ini diturunkan, ribuan massa dari beberapa konfederasi masih tetap tertahan di depan Gedung Menkopolhukam. (-02)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *