Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.490

Di PHK Dengan Alasan Merokok Karena Berada Dekat Puntung Rokok

Ilustrasi. (foto: mirajnews.com)

Jakarta | Tak hanya diperintahkan untuk mempekerjakan kembali, PT. Glostar Indonesia juga dihukum untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp.1 juta setiap hari kepada Anggun Tawekal, Harris Abdul Latif, Dede Ramdan dan Josua Napitupulu apabila perusahaan lalai menjalankan putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung.

Perusahaan yang berada di Jl. Pelabuhan, Cikembar, Sukabumi tersebut, tidak beralasan hukum untuk memutuskan hubungan kerja dengan keempat pekerjanya itu. Sebab, mereka tidak terbukti telah merokok dilingkungan perusahaan. Adanya puntung rokok yang berada didekat mereka, tidak dapat dijadikan bukti bahwa keempatnya merokok.

Keempatnya menggunakan puntung rokok itu untuk menandai orang yang kalah dalam permainan kartu domino tanpa menggunakan uang. Sehingga alasan pemutusan hubungan kerja yang dituduhkan oleh perusahaan, dianggap oleh Mahkamah Agung (MA) tidak terbukti, dan oleh karenanya Putusan PHI Bandung No. 13/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Bdg tanggal 20 April 2016, untuk mempekerjakan kembali para pekerja sudah tepat.

Terhadap pertimbangan tersebut, MA menolak kasasi yang diajukan perusahaan. “Mengadili, menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi PT. Glostar Indonesia tersebut,” ujar Hakim Agung Panji Widagdo membacakan amar putusan kasasi No. 1082 K/Pdt.Sus-PHI/2016. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of