Type to search

Berita

Karena Berturut-Turut, Panggilan Bekerja Tidak Sah

Share

Ilustrasi.

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang dimohonkan oleh PT. ABS Raya Rubber Works, atas Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan No. 106/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn, yang telah mengabulkan sebagian gugatan Azar Sutikno. Dalam amar putusannya, PT. ABS dihukum oleh PHI Medan untuk membayar uang pesangon sebesar Rp.73,9 juta.

Kendati PHI Medan memutus dengan putusan verstek, namun MA dalam pertimbangan hukumnya pada Putusan No. 267 K/Pdt.Sus-PHI/2017 berpendapat, Putusan PHI Medan tidak salah dalam menerapkan hukum. Sebab, Azar yang telah bekerja sejak Oktober 2002 sebagai operator bagian masak ban luar, tidak dapat dikualifikasikan sebagai mangkir, meskipun telah tidak hadir bekerja sejak 1 April 2014.

Menurut MA, perusahaan terkesan menghindari kewajibannya untuk memenuhi hak-hak Azar. Anggapan tersebut, karena panggilan bekerja yang dilayangkan perusahaan tidak sah, akibat tidak memenuhi ketentuan Pasal 168 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Berlandaskan bukti-bukti yang disampaikan, panggilan bekerja dilakukan hanya berselang 1 (satu) hari yang seharusnya 3 (tiga) hari kerja.

Selain itu, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Agung Zahrul Rabain, menilai tindakan pemutusan hubungan kerja akibat dari tutupnya perusahaan, bukanlah karena kerugian selama tahun 2012 sampai dengan tahun 2013. Sebab, perusahaan yang berlokasi di Muliorejo, Medan Binjai, Sumatera Utara itu, tidak pernah dapat membuktikan hasil audit keuangan dari akuntan publik, yang menegaskan perusahaan sedang mengalami kerugian. (-03)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *